Wa katiem, (46) warga asal kecamatan maligano, Desa Maligano tengah menjalani perawatan di UGD, foto : Bensar
Wa katiem, (46) warga asal kecamatan maligano, Desa Maligano tengah menjalani perawatan di UGD, foto : Bensar

Raha, Koran Sultra – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha terima 17 pasien korban terbakarnya kapal angkut KM.Samudra lintas Raha- Maligano,diperairan selat Buton,Minggu (7/8/2016) sekitar pukul 12. 30 Wita.

“kami menerima total 17 pasiena,termaksud 6 pasien yang meningal dunia. “ujar Kepala direktur RSUD Raha,dr. Tutut Purwanto ,Senin (8/8) wita saat ditemui diruangan kerjanya.
Pihaknya telah merinci ,4 pasien sedang rawat jalan,6 orang dirawat nginap,1 kritis dirawat di ICU, sedangkan meninggal dunia 6 orang.

“pasien hari ini sudah pada pulang, kondisinya membaik.”ujarnya.

6 pasien ini meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dokter menjelaskan, hal ini disebabkan masuknya air didalam paru- paru sehingga tidak dapat tertolong.

” Sebagian pasien tenggelam ada yang mengapung dan tidak menimbulkan air didalam paru-paru, kondisi pasien tidak menghawatirkan lagi.”katanya.

Sebelumnya Muniar (41), warga Maligano salah satu korban selamat saat ditemui di RS (7/8) malam mengatakan, saat kejadian Ia tengah tertidur. Ia terbangun saat mendengar teriakan kapal terbakar. Ia lalu mengambil pelampung dan menceburkan diri ke laut. Kebetulan disekitarnya ada nelayan yang tengah mencari ikan langsung menolongnya.

“Saya sempat tolong dua anak-anak,” ceritanya.

Korban selamat lainnya, Wa Faimu (64) mengaku bahwa dirinya paling terakhir melompat ke laut. Saat itu, katanya api sudah membesar membakar hampir seluruh bagian kapal.

“Saya lompat tanpa pelampung dan berusaha berenang. Untung ada nelayan yang memberi pertolongan. Warga Desa Lasunapa, Kecamatan Duruka itu menerangkan menumpangi KM Lintas Samudra untuk ke Maligano menjenguk ibunya yang sedang sakit parah.

Begitu juga dengan Katiem (46). Warga Desa Raimuna, Kecamatan Maligano itu baru saja berbelanja di pasar Laino dan hendak kembali ke kampungnya. Ia menuju pelabuhan Laino diantar oleh suaminya, La Ode Kawiha. Saat menceburkan diri ke laut, Ia ditolong Danramil Maligano.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY