Ketua KMMPH Amir Fariki
Ketua KMMPH Amir Fariki

RAHA, KORAN SULTRA– Ketua Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Pemerhati Hukum (KMMPH) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara laporkan Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Mubar La Ode Amrin alias Muri ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna.

Laporan Ormas ini, tekait dugaan nepotisme yang dilakukan oleh kabag Pembangunan terhadap lelang proyek pada dua pekerjaan yaitu pekerjaan Proyek Irigasi senilai Rp 6,9 milyar dan proyek peningkatan jalan poros Lakawoghe-Kasakamu senilai Rp 3,9 milyar.

Pasalnya, La Ode Amrin ini, memenangkan dua pekerjaan tersebut pada PT. carmelita waode perusahaan kontruksi milik anak kandungnya sendiri.

Ketua KMMPH Amir Fariki mengatakan, Kabag pembangunan Mubar La Ode Amrin telah berbuat nepotisme pada lelang dua proyek pekerjaan yang senilai milyaran rupiah.

La Ode Amrin sengaja memenangkan lelang proyek pekerjaan pada PT.Carmelita waode yang direkturnya merupakan anak kandunya sendiri. Sebab La ode Amrin tersebut, diketahui juga merupakan panitia Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“Dari hasil investigasi dan data yang kami peroleh, bahwa pihak rekanan dalam hal ini direktur PT. carmelita waode adalah anak La Ode Amri,” jelas Amir dikantor kejaksaan Muna.

Dirinya mengatakan, yang paling mendasar panita ULP nya dibidangi oleh La Ode Amri. Yang sangat berhubungan darah pada salah satu rekanan pemenang tender. Karena hal itu sangat bertentang dengan UU anti KKN, dimana dalam proses lelang pekerjaan tersebut sangat kental dengan aroma KKN.

“Melawan hukum, yang di atur dalam Undang – Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dalam ketentuan umum pasal 1 poin (4) dan (5), serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010, tentang pengadaan barang dan jasa, Pasal 6 poin (g). “pungkasnya.

Sementara proyek ini menjadi senteran jaksa, dimana ada pengurangan folumen dan lintas anggaran. Pekerjaan irigasi katangana 1 Desa Parura Jaya Kecamatan Tiworo Selatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Tahun Anggaran 2015 sedangkan peningkatan jalan poros Lakawoghe-Kasakamu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD T.A 2015.

“Kasus ini akan saya laporkan secara resmi sore ini atau paling lambat senin pekan depan, saya berharap dari pihak-pihak terkait yang kami laporkan agar kejaksaan segera melakukan panggilan, khususnya Kabag Pembangunan Mubar.”katanya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here