Laporan: Dekri Adriadi

Tirawuta, KoranSultra.Com – Staf ahli Pangdam XIV/Hasanuddin Kol CZI Raflan S.IP MM memimpin upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Kelurahan Lalolae, Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, Rabu (8/8/2018).

Upacara penutupan ini dihadiri Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur, Kapolres Kolaka AKBP Didik Supranoto SIK, Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf. Seniman Zega, Ketua DPRD Koltim Rahmatia Lukman, Wabup Kolaka Ahmad Jayadin, Andi Taufik selaku perwakilan dari Kejari Kolaka, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan itu Hadir juga Kasrem 143/Ho Arif Santoso.

Dalam amanat yang dibacakan Pasi Ter Kapten Inf Dalwin Adrian, TNI menitipkan pesan kepada masyarakat agar dapat terus menjaga kebersamaan bersama TNI. Dikatakannya, pembangunan wilayah Desa merupakan salah kebijakan nasional satu realisasi Nawacita yang bertujuan guna mewujudkan pembangunan Indonesia dari pinggiran.

Salah satu titik fokus dari pembangunan nasional ini juga berupaya untuk mewujudkan kestabilan serta kemajuan Indonesia secara keseluruhan. ”Melalui pembangunan inilah, potensi yang ada di pedesaan harus dikembangkan dan kekurangan yang ada harus diatasi. Ini demi tercapainya pemerataan, pertumbuhan serta kemandirian desa secara berkelanjutan,” terangnya.

Dilanjutkannya, salah satu peran nyata TNI yaitu mendukung pembangunan di wilayah NKRI. Kegiatan TMMD di Koltim kata dia, diselenggarakan selama 30 hari mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2018.

Selain itu kata dia, TMMD yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun ini, juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat dan khususnya generasi milenial.

”Untuk itu tema yang diangkat dalam TMMD ke-102 TA 2018 ini yaitu “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” sangat tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern,” ujarnya.

Pada kegiatan TMMD 102 tahun 2018 itu melibatkan setidaknya, 50 Satgas TMMD di 50 Kabupaten/ Kota, 57 Kecamatan dan 79 Desa, serta didukung oleh dinas Pemda setempat, di antaranya Dinas Kesehatan, Pertanian, BKKBN, Sosial, Kehutanan, Pekerjaan Umum, Kejaksaan serta Kepolisian. Hal ini guna mencapai sasaran-sasaran fisik, berupa jalan di desa-desa terpencil atau terisolir, masalah fasilitas umum serta rendahnya kualitas hidup masyarakat.

Kontributor : Dekri

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here