Siswanto

Kendari, Koransultra.com – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, terus mengembangkan laporan dugaan suap dan pemerasan seleksi penerimaan calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur yang ikut menyeret nama Rektor Universitas Haluoleo Prof. Zamrun.

Untuk melengkapi Berkas Acara Pemeriksaan, hari ini (8/01/2019) penyidik polda kembali memeriksa Siswanto Azis sebagai pihak yang melaporkan kasus ini ke ranah Hukum.

IKLAN KPU

Ditemui awak media Siswanto yang juga salah satu peseta seleksi calon Komisioner KPU Kabupaten Kolaka ini membenarkan jika dirinya kembali di mintai keterangan.

“Keterangan saya masih dibutuhkan untuk melengkapi laporan saya sebelumnya” terangnya.

Mengenai materi pemeriksaan, komisioner Komisi Penyiaran indonesia Sultra ini mengaku jika dirinya dicecar pertanyaan seputar peran Dr. Syamsir Nur sebagai ketua Tim Seleksi calon komisioner KPU Kolaka dan Koltim yang diduga mengetahui adanya uang “pelicin” untuk meloloskan calon tertentu.

Kepada penyidik pria yang akrab disapa Bang dul ini mempertegas laporannya bahwa Dr. Samsir mengetahui adanya “mahar” dalam seleksi tersebut.

“Secara pribadi saya kenal baik dengan beliau (Dr. Samsir) kami sama sama di organisasi KNPI dan negosiasi soal uang mahar itu dibahas baik dalam pertemuan kami secara langsung maupun melalui whars Up,” tambahnya.

Asiz berharap agar penyidik polda mengusut tuntas masalah ini dan menyeret oknum oknum yang terlibat hingga mendapatkan sangsi hukum yang setimpal.

Untuk di ketahui kasus yang mencuat ke publik yakni dugaan uang suap yang diduga mengalir ke kantong Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Muh Zamrun. Orang nomor satu di UHO ini disebut-sebut menerima setoran dari Timsel Calon Anggota KPU Kolaka – Koltim yang dinahkodai Dr. Syamsir Nur. (AS)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here