Disperindag Sultra Sosialisasi Produk Ekspor Kemaritiman di Baubau

Baubau, Koransultra.com – Sosialisasi Peningkatan Ekspor Produk Perikanan Dinas Perindustrian Masyarakat yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama Disperindag Kota Baubau, merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sultra pada bidang kemaritiman. Bertempat aula Hotel Galaxy Inn, Senin (5/8) pukul 10:00 wita

Sosialiasi ini, dibuka langsung oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse. Dikatakan dalam sambutannya, dua hal yg perlu diperhatikan, pertama Kebijakan Provinsi ikut mendukung melakukan proses percepatan ekspor, dan secara bersama jumlah presentasi komoditi. Kedua, bagaimana peningkatan kapasitas jasa pelaku ekspor, karena dari tangan mereka progres ekspor tersalurkan dengan baik.

Terkait sosialisasi ini, setiapa pelaku sektor kelautan Kota Baubau mendapatkan bimbingan untuk lebih tingkatkan cara berbisnis dan volume hasil,
“Kalau tadinya perdagangan antar pulau, lewat sosialisasi ini mereka diberikan pemahaman bagaimana berdagang lewat pintu – pintu ekspor,” Ucap Monianse kepada Wartawan.

“Berbicara ekspor bukan sekedar berbicara tentang industri saja, namun bagaimana melihat produk ekspor itu sendiri, dalam hal ini apakah memenuhi kebutuhan ekspor atau tidak,” Tambahnya.

Wali Kota Baubau Dr.H.AS.Tamrin.MH sangat apresiasi kegiatan ini, karena sesungguhnya berbicara ekspor peran daerah tidak terlepas, karena seluruh komoditi ekspor bersumber pada upaya pengelolaan dan pengembangan masyarakat didaerah. Orang nomor satu di Kota Baubau, dalam waktu yang tidak terlalu lama hadirkan kebijakan, sebagai upaya peningkatan sektor kemaritiman.

Ada beberapa hal yang disebutkan Wakil Walikota, salah satunya, bahwa dari empat kabupaten dan kota di Indonesia, Kota Baubau masuk kajian pusat sebagai wilayah strategis bidang kemaritiman. Peran penting Kota Baubau, yakni terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) kemaritiman,

“Hasil penelusuran, ternyata diketahui masyarakat Kota Baubau dalam hal ini Buton besar, memiliki kekuatan besar pada SDM di bisnis kemaritiman, bila kekuatan tersebut terhimpun maka lahir jalur sistematis ekspor yang pesat,” Beber Monianse.

Hal lain, yaitu komoditi ekspor masih memiliki margin yang sangat rendah pada produk, masih butuh tambahan yang datang dari daerah lain. Itupun, butuh singkronisasi antara kebijakan daerah guna mendukung ekspor pulau Buton, mulai dari Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Selatan.

Wakil Walikota juga menyebutkan, banyak syarat ekspor, seperti kualitas produk, kontinuitas (berkelanjutan, red) serta perhatian khusus, baik itu dari emerintah pusat hingga provinsi terus beri dukungan, contohnya seperti kegiatan sosialisasi saat ini.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra Sapoan, menuturkan, “Kita sediakan pelatihan semacam diklat, agar pelaku komoditi ekspor memiliki ilmu yang tepat, dengan ilmu itu dapat mengetahui bahwa ekspor itu bukan hal yang berat,”.

“Dulunya Baubau terkenal dengan rumput laut, namun beberapa tahun terakhir terjadi penurunan produksi, terpantau terlihat turun pesat,” Tambahnya.

KONTRIBUTOR : ATUL WOLIO

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here