Sendu Moril Mahasiswa UM-Buton

Baubau, Koransultra.com – Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) hadapi sistem perkuliahan online. Terutama paket data wajib dimiliki per mahasiswa, ditengah Covid-19 dan cita-cita.

Sejalan dampak Covid-19 ialah ditetapkan Bencana Nasional, akhirnya berimbas juga pada ekonomi khususnya yang terjadi di mahasiswa saat ini. Pasalnya, kenyataan tingginya keluhan biaya mahasiswa bertambah.

“Pihak Universitas harusnya melihat juga dampak virus covid-19, terutama kerentanan ekonomi saat ini,” Jelas Arlan mahasiswa FKIP PGSD UM-Buton. Rabu (06/05)

Parahnya, jika ini tidak segera disadari pihak Universitas, jelas beban tertumpuk. Soal ekonomi siapapun disituasi pandemi Covid-19 alami keterpurukan.

Mahasiswa hanya bisa berharap besar, Pimpinan UM-Buton punya jiwa besar dan bisa melihat tendensi ekonomi yang dialami mahasiswa saat ini.

Menurut Arlan, SPP gratis ataupun diskon bisa saja dilakukan ditengah suasana kuliah daring (online), agar kebijakan universitas bisa meringankan beban mahasiswa.

Notabene suatu kampus swasta, yakni ribuan mahasiswa yang beragam latar belakang ekonomi. Juga disaksikan, minoritas domisili dalam Kota Baubau dan mayoritas tinggal diluar wilayah Kota.

Sistem daring, tentu timbulkan tantangan perdana bagi mahasiswa, namun disisi lain beban juga menambah tantangan, khususnya bagi mahasiswa yang berlatarbelakang ekonomi yang serba pas-pasan.

Saat ini, via zoom cloud meetings atau WhatsApp alternatif kuliah online, dan pastinya dibutuhkan paket data yang tidak sedikit.

“Biasanya pemakaian paket data paling lama 15 hari sudah habis,” Tambahnya.

Terhitung, setiap mahasiswa dengan bujet Rp 75 ribu dipakai habis waktu seminggu, jadi sebulan kurang lebih Rp 300-an ribu dikeluarkan dipakai belanja paket data.

Jika di tabulasi, Rp 1,5 juta biaya SPP diperkalikan total mahasiswa yang berkisar enam ribu, taksirnya kisaran Rp 9 miliar dana masuk di Universitas.

“Saya kira kampus tidak rugi kalau presentasinya 30% – 50% biaya SPP di subsidi, mengingat beban pengeluaran Rp 75 ribu – Rp 85 ribu harga kuota 15 giga byte (GB) per mahasiswa,” Ungkap Arlan

Diketahui saat ini, proses aktif kuliah di UM-Buton sudah masuk bulan ke-2. Tidak menutup kemungkinan terus bertambah beban pengeluaran setiap mahasiswa.

“Sejak kuliah daring beban sudah dimulai, belum lagi beban lainnya, berupa pengeluaran biaya sewa Kos-kosan dan makan sehari-hari,” Tandasnya.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here