Irwansyah (Ketua Departemen Pendidikan dan Kadernisasi EK LMND Kota Baubau). Foto: Atul Wolio

Baubau, Koransultra.com – Non aktifnya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang berjaga di Posko Desa Lawela Kabupaten Buton Selatan (Busel) berbatasan dengan wilayah Kota Baubau pada pekan lalu, Senin (4/5/2020), difaktorkan kekosongan anggaran operasional.

Ketidak aktifan ini, maka peluang orang keluar masuk ke Busel akan semakin mudah, bisa rentan akan dugaan masuknya Corona Virus Desease (Covid-19) ke Busel.

Hal ini direspon serius oleh seorang warga Busel, Irwansyah sekaligus Kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Baubau.

Alasan hentinya penjagaan orang masuk ke Busel tidak lain disebabkan kosongnya anggaran operasional, kata Irwan mengutip keterangan salah seorang tim tenaga kesehatan yang tidak ingin di publish namanya.

“Anggaran kok bisa kosong, berarti ini tanda ketidakseriusan Pemerintah Daerah (Pemda). Apalagi virus ini terbilang ganas, siapapun bisa terpapar dan beresiko nyawa taruhannya,” Terangnya. Saptu (09/05).

Irwan menduga, anggaran penanganan Covid-19 di Buton Selatan masuk kantong pribadi, katanya.

Olehnya itu melalui kelembagaan, Irwan mengutuk keras pihak yang tidak serius dalam penanganan Covid-19 di Busel.

Sebelumnya, posko itu dipakai Tim Gugus Tugas untuk memeriksa setiap orang masuk ke Busel sebagi upaya menekan penyebaran Covid-19.

Siapapun warga Busel, Irwan berharap untuk wajib mengikuti arahan resmi Protokol Kesehatan dan himbauan Pemerintah tentang pencegahan Covid-19.

“Jangan kata Virus ini sudah berakhir, sebelum dicabutnya Keppres nomor 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Covid-19 sebagai bencana Nasional,” Tandasnya.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here