Rumah warga di Desa Anambada, Kecamatan Dangia, Foto: Dekrit

Tirawuta, Koransultra.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir-akhir ini, menyebabkan 5 desa di Kecamatan Dangia terendam banjir.

Bahkan, bukan hanya pemukiman warga, genangan air juga memenuhi sejumlah ruas jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga di wilayah tersebut.

Setidaknya, genangan air meluap hingga setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, menurut Camat Dangia, Marsalim, ada beberapa desa di wilayahnya digenangi air hingga setinggi satu meter.

“Ada juga beberapa desa yang digenangi air setinggi satu meter. Misalnya Desa Anambada. Kelima desa ini memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya,” kata Marsalim pada Koransultra.com yang ditemui Minggu, 21 Juni 2020.

Ruas jalan ikut terendam banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Dangia. Foto: Dekrit

Lebih lanjut Marsalim mengungkapkan, jika selain tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, meluapnya rawa Aopa juga menjadi penyebab tenggelamnya sejumlah tanaman pertanian warga di wilayah tersebut.

“Ini juga disebabkan tidak adanya saluran pembuangan air menuju rawa Aopa. Hal itu disebabkan rawa tersebut masuk dalam cagar budaya kawasan PPA,” ujar Marsalim.

Marsalim mengatakan, jika pihak pemerintah daerah Kabupaten Kolaka Timur juga sudah berupaya meminta izin, supaya air yang selalu tergenang di wilayah tersebut dibuatkan saluran menuju rawa Aopa. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak yang terkait.

Camat Dangia, Marsalim.

Marsalim menambahkan, tanaman pertanian seperti padi sawah dan jagung, serta kolam ikan warga juga ikut terendam air, sehingga mengakibatkan warga harus mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Ada sekitar puluhan kepala keluarga yang mengalami kerugian akibat tergenang nya air di wilayah tersebut,” ketus Marsalim.

Mengantisipasi bertambahnya luapan air, pemerintah daerah Koltim membangun posko penanggulangan bencana di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia.

Kontributor : Dekrit

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here