Ketua LSRD-Sultra, Amir Fariki
Ketua LSRD-Sultra, Amir Fariki

Raha, Koran Sultra – Kasus dugaan Korupsi Angggaran Dana Desa (ADD) kembali disuarakan, kali ini sebanyak 21 kepala Desa (Kades) di Kabupaten Muna Barat (Mubar) terindikasi melakukan penyelewengan , sebagaimana yang dilaporkan oleh Lembaga Sosial Rakyat Demokratik (LSRD-Sultra) dikantor kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, selasa (10/1).

Para Kades yang dilaporkan ini empat kecamatan yang ada di Kabupaten Muna Barat yakni, wadaga, sawerigadi, napano kusambi, kusambi, dan kecamatan tiworo tengah, dengan besaran anggaran yang dikelola disetiap desa sebanyak Rp. 100 juta. .

Ketua LSRD-Sultra, Amir Fariki yang ditemui di Halaman kantor Kejaksaan Muna mengatakan Laporan indikasi penyelewengan ini telah disampaikannya pada Kejaksaan, ” kami sudah laporkan di kejaksaan, sesuai dengan temuan kami” katanya.

Menurutnya itu sebagai wujud Komitmen yang dibangun sebelumnya saat Peringatan Hari Anti Korupsi, “ kami sudah membangun kerja dengan pihak kejaksaan pada hari anti korupsi, khususnya ditiga kabupaten, Muna, Mubar dan Buton Utara (Butur)” sambung Amir Fariki.

Kegiatan yang dimasuk tahun anggaran 2015, terindikasi pengurangan volume. Dari volume yang ditetapkan di RAB sebanyak 900.

“kami sudah hitung yang seharusnya 900 volume pekerjaan, namun hitungan kami pekerjaan rata-rata 700 volumenya. ” jelasnya didampingi Andria Zambri ketua (LSRD) Kabupaten Muna.

Mubar memiliki 81 desa, yang dilaporkan sementara dikejasaan yakni, desa suka damai, mekar jaya, lakabu, wapae, wang serubu, mamuntu, langku-langku, labokolo, lemoambo, kasakamu, lakawoghe, lapokainse, bakeramba, sidamangura, masara, lahaji, kombikuno, tangkumaho.

“laporan kami sudah sampai di sekretariat kejaksaan, dan kami sudah menemui kajari Muna. Kami hari ini rencananya menemui kasintel kejaksaan tapih masi sibuk memeriksa para kades dari Muna. ” ujarnya

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY