Kades Tinukari Abdul Rahman, Foto: Fyan

LASUSUA, KORAN SULTRA– Jalan pedesaan di beberapa dusun di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), yang melintasi pinggiran sungai besar, dianggap berbahaya. Sebab arus deras sungai mulai mengikis jalan pedesaan. Tidak hanya itu, jaringan listrik yang masuk diwilayah tersebut juga terancam putus akibat arus deras sungai.

Tidak heran aparat desa setempat menyiapkan 558 kubik beronjong untuk pembuatan tanggul disekitar sungai tersebut.

Kades Tinukari Abdul Rahman, yang ditemui, Jumat (14/7) mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 500 juta, untuk pembangunan bronjong di lokasi rawan tersebut.

“Proses pelurusan sungai yang selebar kurang lebih 50 an meter, telah berjalan. Mengingat pengikisan sudah mencapai 80-90 meter sekarang. Total DD kami tahun ini Rp1 miliar, termasuk pengerjaan plat dekker yang sementara proses serta guna (gaji) pekerja,” katanya.

Selain infrastruktur dasar itu yang ia benahi dari dana desa, Kades tersebut juga bakal membangun pos utama bagi para pendaki atau wisatawan Gunung Mekongga.

Pasalnya, ia melihat ada potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diperoleh dan lumayan menjanjikan, jika dikembangkan karena menjadi jalur utama menuju kawasan tertinggi Sultra itu.

“Kami mulai perlahan dengan membangun posko utama saja dulu. Sebab, sungai besar itu juga potensial dikembangkan arum jeram yang secara tidak langsung ada imbas ekonominya ke masyarakat nanti,” imbuhnya.

Meski demikian, kata Kades, untuk sementara waktu fokus pendanaan dari DD itu meliputi infrastruktur di desa-desa terlebih dahulu. Bagi dusun yang belum memiliki drainese yang memadai diupayakan akan digelontorkan dananya tahun depan.

“Kebutuhan sih banyak tetapi yang prioritas dulu karena anggaran kita terbatas,” pungkasnya.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY