Kabag Humas Penkab Muna, Amirudin Eko

RAHA, KORAN SULTRA.COM– Kabag Humas dan Protokoler Pemda Muna Amiruddin Ako. Spd. Msi menepis penyataan Muh. Nurhayat Fariki, SH sebagai direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pasalanya pelanggan air bersih akan diputukan sebanyak 580 jika tidak membayar, didalamnya termaksud pejabat tertinggi di Muna.

Pihak menunggak diantaranya, rumah pribadi Bupati Muna LM Rusman Emba ST juga sebesar Rp 7 juta, kemudian rumah pribadi orang tua Wakil Bupati Muna Pak Ditu juga menunggak pembayaran air bersih dengan jumlah tunggakan Rp 10.722.950.

“pemabayaran rumah pribadi Rusman Emba sudah tidak ada maslah, karena sudah masuk dalam wilayah pemerintah daerah dan sudah terbayar termaksud Galampano, “tegasnya Amir, Jumat (28/7).

“sedangkan untuk pembayaran rumah pribadi orangtua wakil Bupati Muna Malik Ditu saat ini ditingali,itu masuk posisi rumah jabatan, jadi pemda jugalah yang bayar, “sambung mantan aktivis Uho ini.

Sementara itu Muh. Nurhayat Fariki, SH, sebagai direktur
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ia mengatakan, Bupati dan wakil bupati sudah dibayar ketungakanya pada sore hari.

“ini sebagai contoh, maka diharpakan semua struktur pemerintah daerah hal ini SKPD bagi yang menungak harus bayar, apa lagi kantor memiliki anggaran, “tegasnya diwaktu yang sama.

Dalam cacatan Koransultra.com,nama-nama pelangan tertinggi yang belum membayar Dinas Pertanian menunggak 12 bulan dengan rincian tunggakan Rp 2.065.200. rumah pribadi mantan Bupati Muna Ridwan bae menunggak belasan bulan dengan nilai tunggakan Rp 2.695.000 . Kemudian rumah Ridwan bae yang menjadi markas Sasino Taxi juga menunggak pembayaran air bersih Rp 2.957.450, rumah Ali Tanda menunggak Rp 5 juta, rumah pribadi pengusaha BTN Anova La Baladin juga menunggak sebesar Rp 2.736.200 dan
rumah La Ode Pameri yang dibeli La Bahrun juga menunggak lebih Rp 11 juta.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY