Brigadir Sri Martopo tengah memberikan pembelajaran kepada Pelaku (Tengah) agar insiden ini tak terulang lagi, Korab berbaju coklat (kiri), foto : Redaksi
Brigadir Sri Martopo tengah memberikan pembelajaran kepada Pelaku (Tengah) agar insiden ini tak terulang lagi, Korab berbaju coklat (kiri), foto : Redaksi

Unaaha, Koran Sultra – Siswi SMPN 3 Unaaha ini akhirnya harus berurusan dengan pihak Kepolisian setelah menganiaya anak SD yang juga merupakan tetangga pelaku, rabu 29/03.

Orang tua Korban, MS yang merupakan siswi kelas empat SDN 1 Unaaha ini tidak terima anaknya dianiaya oleh pelaku (OT) yang tercatat sebagai pelajar di SMPN 3 Unaaha Kabupaten Konawe akhirnya melaporkan tindakan pemukulan yang dialami anaknya ke Mapolsek Unaaha.

Menurut beberapa saksi, awalnya pelaku (OT) menghampiri korban (MS) yang tengah bermain bersama adik dan temannya, OT katanya hendak meminjam uang dari teman MS tetapi karena tidak diberi OT pun berang lalu melempar anak2 yang tengah bermain ini dengan batu dan sempat mengenai salah satu anak.

Korban (MS) pun menimpali sembari mengingatkan perbuatan pelaku yang tidak terpuji,namun siapa nyana Pelaku langsung mendatanginya dan Menendang Dada (MS), setelah itu korban kembali ditendang dibagian belakang, rupanya tak sampai disitu saja pelaku kembali membogem (tinju) muka korban.

Insiden penganiayaan ini terjadi sekitar pukul setengah 6 sore jelang magrib “ saya kaget mendengar anak saya menangis – nangis di depan rumah, pas saya keluar rumah saya lihat banyak orang berkerumun saya kira kenapa ternyata anak saya dianiaya oleh OT ” ujar Yusnah selaku ibu korban.

Sembari sesengukan sang anak menceritakan insiden penganiayaan yang dialaminya, “ sambil menangis dia cerita mi kalau dia ditendang dibagian dadanya, belakangnya, habis itu ditinju mukanya sama pelaku” ucap ibu korban.

Tak terima anaknya diperlakukan demikian, orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini di Mapolsek Unaaha.

“ orang tua mana yang tidak kaget anaknya dikasi begitu, mana anak perempuan lagi dia aniaya kalau ada apa – apanya anakku bagaimana tidak mungkin saya biarkan, semua orang tua pasti mengambil tindakan seperti yang saya lakukan” katanya dengan tegas.

Orang tua korban yang melaporkan insiden ini di Mapolsek Unaaha, diterima oleh Brigadir Sri Martopo.
Tak butuh berapa lama, Pihak Kepolisian Sektor Unaaha langsung melakukan pemanggilan kepada pelaku dan pihak keluarganya.

Mengingat pelaku masih dibawah umur, maka pihak Kepolisian hanya melakukan pemanggilan dan mediasi secara kekeluargaan antara orang tua korban dan orang tua pelaku.

Di kantor Polisi Pelaku tak banyak komentar, dan mengakui perbuatannya. Brigadir Sri Martopo yang menangani laporan ini dengan nada yang halus memberikan pengarahan kepada Pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya, “ kedepannya perbuatan seperti ini jangan lagi terulang, kasian orang tua mu” katanya mengingatkan pelaku.

Tak hanya itu, Sri Martopo juga mengingatkan agar peran orang tua dalam mengawasi anak – akanya tak boleh lepas, “ orang tua juga kami minta untuk melakukan pengawasan terhadap aktifitas anak, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi” ucap Anggota Polsek Unaaha ini. (red)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY