Pihak keamanan Bandara, Basarnas dan TNI AU saat mengevakuasi Korban Kebakaran Pesawat saat Simulasi, Senin (26/9) Foto: Wayan Sukamta
Pihak keamanan Bandara, Basarnas dan TNI AU saat
mengevakuasi Korban Kebakaran Pesawat saat Simulasi, Senin (26/9) Foto: Yan

Kendari, Koran Sultra-Maskapai penerbangan Pesawat Anoa AirLines Boeing 737-300, karya anak lokal Sulawesi Tenggara (Sultra), terbakar saat usai menjalani penerbangan perdananya di Bandara Halu Oleo sekitar pukul 10.30 Wita pagi tadi, Senin, (26/9).

Kapal Udara rute Makassar – Kendari tersebut, diduga mengalami gangguan mekanis, sehingga mendarat tidak normal, yang menyebabkan hilang kendali. Akibatnya, pesawat yang membawa 60 orang itu keluar landasan pacu (runway) dan membuat sayap sebelah kirinya mengeluarkan percikan api.

Beruntung, saat dievakuasi 60 penumpang berhasil diselamatkan oleh pihak keamanan bandara, Basarnas dan TNI AU.

Dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran bandara, api yang membakar badan pesawat tersebut, berhasil dipadamkan sekitar 10 menit lamanya. Sedangkan para penumpang yang mengalami gangguan pernafasan akibat menghirup asap hitam langsung ditangani oleh tim medis lengkap dengan mengerahkan mobil ambulance.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Halu Oleo Kolonel Pnb Sarmanto mengatakan, insiden kecelakaan pesawat Anoa Airlines merupakan latihan simulasi penanggulangan keadaan darurat bandar udara yang dilaksanakan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sejak 2005 silam.

“Simulasi ini merupakan program yang sudah diamanatkan untuk jaminan keamanan dan keselamatan penerbangan. Serta untuk menunjukkan kemampuan personil maupun peralatan latihan penanggulangan keadaan darurat,” ungkap dia pada Koransultra.com saat usai simulasi.

Simulasi seperti ini kata Sarmanto, terakhir dilaksanakan pada Tahun 2005 lalu. ”Pelatihan simulasi ini harus rutin dilaksanakan. Sebenarnya, simulasi ini masih kurang jika hanya dilaksanakan dua tahun sekali saja,” katanya.

Tujuan dari simulasi tersebut, yaitu untuk menjaga kemampuan personil, khususnya dalam meningkatkan fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi antar stake holder dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan terhadap pelayanan maksimal.

Kata dia, Meskipun latihan simulasi tersebut berjalan lancar, namun masih banyak kekurangan yang harus dievaluasi oleh pihak keamanan bandara kedepannya.

“Kita akan evaluasi apa saja kekurangan saat latihan simulasi, kalau ada kekurangan kita bicarakan di rapat evaluasi, apa yang kurang kita benahi lagi,” pungkas Sarmanto.

Kontributor : Yan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY