warga setempat bahu membahu berupaya membersihkan Rumah mereka Pasca Banjir yang melanda, tampak genangan lumpur yang cukup tinggi dipekarangan rumah warga setempat, foto : Israil Yanas
warga setempat bahu membahu berupaya membersihkan Rumah mereka Pasca Banjir yang melanda, tampak genangan lumpur yang cukup tinggi dipekarangan rumah warga setempat, foto : Israil Yanas

Lasusua, Koran Sultra – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, menyebabkan puluhan rumah didusun I,II dan III Desa Batuganda Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara, rusak terkena banjir bandang dan lumpur. Selasa (03/01) Malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditafsir Rp. 500 juta rupiah.

Menurut nurhayani (34) korban banjir menjelaskan hujan mulai turun Selasa malam pukul 19.00 wita (jam 7 malam)dengan lebat bersamaan dengan petir. Sekitar 21.30 wita jembatan penghubung dusun 1 ke dusun 2 ambruk dan batang kayu menutupi kali dan akhirnya air tersebut masuk kerumah.

“Saat itu saya sedang tidur dengan anak dan ibu, terdengar gemuruh saya langsung selamatkan anak dan ibu saya ke temapat tinggi karena jarak rumah dan sungai sekitar 100 meter” ujarnya.
Sampai saat ini bantuan baru berupa makanan siap saji dari BPBD dan untuk tidur terpaksa menumpang dengan keluarga. Jelasnya.

Puluhan rumah warga dihantam material-material kayu dan batu yang dibawa banjir bandang, kerugian di tafsir sekitar Rp. 500 juta kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hardi yang di temui dilokasi banjir.

Akibatnya, Rumah warga setempat rusak berat sebanyak 27 rumah di antaranya 11 rumah rusak berat dan 16 rumah rusak sedang. Satu tempat terendam lumpur. Hardi masih mendata kerusakan akibat banjir bandang dan longsor.

Menurut Arifnur, banjir bandang juga menyebabkan satu unit mobil terseret. Banjir bandang tersebut juga membuat sekitar 60 keluarga mengungsi ke masjid.

Banjir bandang disebabkan hujan deras yang mengguyur kawasan itu malah hari. Dengan demikian, sungai keil mengalami pendangkalan dan adanya penebangan pohon diatas perbukitan sehingga air menghantam perkampungan. Ketinggian air sekitar 80-100 sentimeter. Ujar Hardi

saat ini air sudah menyusut. Namun material-material, seperti kayu dan batu, masih menumpuk di kawasan tersebut.

Kepala BPBD Hardi mengatakan saat ini pihaknya bersama anggota TNI, polisi, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan anggota Pol PP sudah menurunkan personelnya ke lokasi. “Untuk posko saat ini belum ada nanti dilihat situasinya, namun bantuan makanan siap saji sudah diserahkan,” ujarnya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY