Jenazah Al. La Ode Sifu yang diduga tewas akibat terkena tembakan dari oknum Polisi

Raha, Koran Sultra – Salah seorang warga kelurahan Tampo kecamatan Napabalano Laode Sifu (43) merenggang nyawa setelah satu butir timah panas milik oknum aparat kepolisian bersarang di dada kirinya pada Jumat (16/6) subuh disamping kapal Fery yang berlabuh di dermaga pelabuhan penyebrang Tampo kecamatan Napabalano, kabupaten Muna.

Korban Tewas setelah terkena peluru berasal dari tembakan oknum polisi aktif yang bertugas di Polsek Tampo, berinisial Brigadir A. Oknum polisi ini, menembak korban saat korban lagi memancing disamping kapal Fery yang berlabuh di dermaga pelabuhan penyebrangan Tampo. Korban terkena tembakan dibagian pinggang kiri hingga peluru tersebut masuk ke dadanya yang mengakibatkan korban merenggang nyawa di atas perahunya.

Salah seorang saksi ABK kapal Fery KM. Rumbia, Laode Ruslan yang juga merupakan anak korban pada awak media saat ditemui di RSUD Muna Jumat, (16/6) siang mengatakan, peristiwa itu terjadi pada saat dirinya bangun untuk makan sahur pada Jumat subuh. Namun, Ia mendadak mendengar suara letusan tidak jauh dari kapal yang ditinggalinya. Suara letusan mirip suara senjata api itu, Ia dengar sebanyak dua kali letusan. Karena penasaran, Ia pun beranjak dari ruang kamarnya yang berada di lantai dua kapal dan menuju lantai bawah kapal sembari mecari asal usul suara letusan. Namun Ia terkejut, saat Ia melihat dibagian sisi kapal, seorang pria tergeletak diatas perahu dimana pria tersebut adalah bapaknya sendiri (Laode Sifu. Red) yang Ia akui kesehariannya berkatifitas memancing di areal pelabuhan Tampo samping kapal Fery. “Begini kejadiannya. Kan saya masih tidur, terus pas kejadian tadi malam, pas saya mau sahur. Saya dengar bunyi tembakan, eh tembakan dimana itu?. Saya dalam kapal ini, masih mengantuk juga. Lalu Bunyi kedua, ih, saya kaget lagi. Dua kali tembakan. Setelah itu ribut dibawah. Ih siapa yang ribut dibawah itu. Saya turun, saya lihat dibawah. Ih ada apa dibawah ini?. Saya kaget ih ternyata saya lihat astaga bapak saya diperahu,” ungkapnya.

Melihat peristiwa tersebut, Ia langsung syhok. Ruslan tidak pernah membayangkan jika bapak kandungnya tewas ditangan oknum aparat kepolisian yang dia anggap sebagai pengayom masyarakat. Karena Ia tahu, babaknya tidak pernah melakukan tindakan kriminal. “Dia (Korban)kan sering memancing disitu (samping kapal. Red). Dia sementara memancing,” tegasnya.

Ditempat yang sama, hal senada juga diungkapkan istri korban Waode Marlina, kata dia, suaminya itu berangkat dari rumahnya pada Kamis, (15/6) petang. Korban kata Marlina meminta izin pada dirinya untuk pergi memancing. Tapi, disubuh hari, Ia kaget setelah menerima telpon dari anaknya yang mengabatkan bahwa suaminya itu sudah tewas ditembak oleh oknum polisi. “Dia isin dirumah sore jam 6. Katanya dia mau pergi memancing. Subuh, selesai sahur tadi saya ditelpon dengan anak saya, kalau bapaknya mati dalam perahu katanya kena tembakan,” ucap Marlina pada awak media sembari air mata kesedihan terus menetes dipipinya.

Hal senada juga disampaikan kakak korban Laode Malifu, menurutnya, saat kejadian sekitar pukul 3.00 wita, dia tidak melihat peristiwa penembakan tersebut. Namun berdasarkan informasi yang Ia dengar kalau adiknya tewas ditembak oleh oknum polisi. Hal tersebut Ia buktikan dengan satu luka tembakan di bagian pinggang kanan adiknya itu. “Dari informasi yang saya dengar, ada oknum yang melepaskan tembakan. Setelah itu baring ini (korban terkapar di perahunya. Red). Dia diangkat dan dibawah ke rumah sakit ada luka dipinggang bagian kanan, satu lubang,” katanya.

Sementara, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga membenarkan jika korban Laode Sifu warga Tampo ini tewas terkena peluru senjata api milik anggotanya. “Sekarang pelaku sudah diamankan dan sudah ada di sel,” kata Ramos pada awak media usai melihat jenazah korban yang terbaring kaku diruang UGD RSUD Muna

Menurut perwira Polri berpangkat dua bunga melati dipundak ini, penembakan itu dilakukan oleh anggotanya Brigadir A, lantaran pelaku menduga di sekitar kapal Fery itu ada transaksi bahan bakar minyak (BBM),didermaga Fery Tampo-Torobulu.

“sebelumnya korban ada tembakan peringatan, “ujar Kapolres Muna
Korban tersebut memiliki sampan kecil, yang dimana diduga ada transaksi dengan pihak feri KM Rumbiah.

“kita masi melakukan olah TKP, “ujar Agung di RS Muna, bersama irwasda Polda Sultra AKBP Sempana Sitempu dan Tim Spesialis Forensik Bid Dokkes Polda Sultra Kompol Mauluddin.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY