Kepala BNNK Muna, La Hasaryi

Raha, Koran Sultra – Belasan Remaja “Pecandu” Narkoba yang terjaring Razia Operasi Bersinar yang dilakukan oleh Polres Muna bersama BNN Propinsi Sultra, BNN Kabupaten Muna dan dibantu oleh Unit II Hartib Sub DENPOM XIV/5-2 pada kamis 25/05 kemarin ternyata sudah pulang kerumah masing – masing.

Sebanyak 11 orang remaja yang diamankan saat operasi, ada yang terindikasi sebagai pecandu Narkoba ada pula yang pecandu obat Mumbul.

Kepulangan Remaja ini dirumah masing – masing diakui oleh Kepala BNNK Muna La Hasaryi yang dihubungi lewat via celulernya Selasa, (30/5) siang.

Menurut La Hasaryi ke 11 orang pecandu barang haram tersebut merupakan korban penyalah gunaan narkoba, maka kata dia, berdasarkan undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009, korban narkoba harus direhabilitasi.
“Dirumahnya, kan tidak ada barang bukti. Undang-undang nomor 35 tahun 2009 itu mereka adalah korban penyalah guna,” kata La Hasaryi

Kendati para pecandu tersebut sudah berada dirumahnya masing-masing, kata La Hasaryi pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap mereka. Bahkan 11 pecandu narkotika itu diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan di BNNK Muna dua kali dalam seminggu. Namun, kata dia, hingga saat ini Selasa, (30/5) BNNK belum memutuskan apakah pecandu narkotika itu harus di rehabilitasi.

” Belum di tentukan, apakah diterapi, rawat jalan atau rawat inap. Masih kita lihat keparahannya,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Pemerhati Hukum (KMMPH) Muna Amir Fariki menyayangkan atas dibebaskannya para pecandu narkotika itu. Sebab kata dia, harusnya ada efek jerah yang harus diberikan terhadap mereka, supaya kedepan mereka tidak lagi menggunakan narkotika.

“Harusnya ada efek jerah, mereka ditahan dan diproses hukum,” kata Amir via celulernya
Sebagai seorang pemuda kabupaten Muna, Ia sangat perihatin terkait maraknya kasus penyalah gunaan narkotika di Muna. Parahnya lagi kata Amir, rata-rata pengguna barang haram tersebut berumur 30 tahun kebawa.
“Mereka semua ini kan umurnya masih muda, masih produktif. Narkoba ini, sama halnya merusak generasi muda kita,” terangnya

Olehnya itu, Amir berharap pihak kepolisian dan BNN, dapat memutus mata rantai peredaran narkoba di Muna, supaya generasi muda kabupaten Muna dapat hidup bersih jauh dari penyalah gunaan narkotika.
“Polisi juga harus menyelidiki dari mana mereka mendapatkan narkoba. siapa bandarnya,” seruhnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY