Lasusua, Koran Sultra – Program Perencanaan pembangun Dinas Perhubungan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum berjalan sesuai harapan.

Program pembangunan, yang direncanakan antaranya, terminal angkutan darat, pelabuhan peti kemas atau pelabuhan laut, pengembangan pelabuhan feri dan pusat pengujian kendaraan. Kendalanya, sertifikat lahan berdirinya infrastruktur itu, belum rampung

Kadis Perhubungan Kolut, Jamil Mas’ud yang dikonfirmasi Rabu (12/7) menjelaskan, untuk terminal rencananya dibangun bersebelahan dengan Pasar Lacaria, Lasusua pada luas lahan 2 hektare. Sedangkan Pelabuhan Tobaku penyeberangan feri menuju Siwa Sulawesi Selatan juga akan dibangun dan dikembangkan. Untuk pelabuhan laut atau peti kemas lokasinya di Kecamatan Katoi, serta pusat pengujian kendaraan di Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua. Segala dokumen serta serah terima antara eks Bupati Kolut, Rusda Mahmud ke PU sudah dilakukan.

“Pengembangan Pelabuhan Tobaku dan Pelabuhan Peti kemas, bisa perkembang dengan menggunakan dana APBN dari Kementerian Perhubungan, dan MOU nya bagi hasil, pasalnya dana APBD sulit mencapai anggaran Pembangunan ini,” ujar Jamil mantan Kadis Pendidikan ini.

Kami berharap Pelaksana Harian (Plh) Bupati, Iskandar bisa fokus merealisasikan penerbitan sertifikatnya, tanpa sertifikat lahan yang akan diserahkan ke kementerian untuk dihibahkan, tanpa sertifikan yang menjadi persyaratan akan menghalangi pencairan bantuan pendanaan dari APBN. Padahal persiapan hingga rencana kerja empat proyek itu sudah ada dan tinggal diwujudkan, katanya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY