Raha, Kora Sultra – Kasus Dugaan Korupsi Pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015 lalu terus bergulir.

Tak tanggung – tanggung sebanyak 23 orang bakal diperiksa terkait Dugaan Korupsi DAK 2015
lalu.

Diketahui, Kasus DAK tahun 2015 senilai Rp. 210 Myliar masuk lintas anggaran tahun 2016, kasus tersebut diterbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik).

Pihak Kejaksaan segera melangyangkan surat kepada bakal calon (Balon) tersangka sebanyak 23 orang untuk melaksankan pemeriksaan yang akan dimulai dari besok, hari Kamis (3/8).

“dimulai dari besok seluruh pelaksanaan penyidikan dana DAK dilaksana oleh kejari Muna, dan dibawa kendali langsung oleh kajati sultra, ” tegas Badrut Tamam. SH. MH, sebagai Kajari Muna.

Pemeriksaan DAK ini tentunya dari beberpa SKPD di Muna yang mengunakan dari dana DAK.

“tidak main-main kalau tidak datang dijemput dirumahnya, ” tegas mantan kasi intel Kejari Pamekasan Jatim yang dinobatkan oleh Kejaksaan Agung RI terbaik seluruh indonesia.

“seluruh pelaksaan penyidikan kasus DAK dilaksana oleh kejari Muna,”sambungnya. (Ben)

Berikut daftar pemangilan pemeriksaan DAK

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Nurddin Pamone sebagai sekda Muna,ketua bangar Mukmin Naini,Muh. Zayat Kaimoeddin plt Bupati.

Untuk SKPD : Hj Ratna Ningsi eks kadis DPPKD Muna, eks La Bou mantan plt dinas PU saat ini kadis PU Muna, eks kepala Bappeda H. Syahrir,saat ini Kepala Litbang, eks dinas Perhubungan La Ode Hayadi saat ini kadis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan, La Ode Rimba Sua, kepala dinas kesehatan,eks dinas perikanan La Ode Paliawaluddin,sekrang kepala dinas Koperasi, dinas Kehutanan Drs. Haris saat ini kepala BLH, eks Kepala Dinas Pendidikan, La Ode Ndibale, kadis Pertambangan Edwar Efendy. Kepala BKKBN, Muhamad Safei. La Oba Eks mantan kepala BLH sat ini kadis perhubungan.

Selanjutnya, Idrus Gafirudin mantan kepala kasda, La Sanuddi, bina marga, Ady Mulya, mantan kabit pengairan dan Halim sebagi kontraktor.

Kontributo :Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY