Kasi Intel Kejari Muna, La Ode Abdul Sofyan. SH. MH

Raha, Koran Sultra – Kasus Dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 di Kabupaten Muna terus bergulir dimeja kejaksaan negeri muna, bak bola panas yang menggelinding, kasus ini semakin menarik sejak ditetapkannya lima orang tersangka yang terindikasi tersandung kasus DAK yang menelan anggaran sekitar Rp. 200 Miliar ini.

Meski begitu Kejaksaan masih terus mengejar oknum – oknum yang juga diduga terlibat selain kelima tersangka lainnya yang sudah ditetapkan, sesuai yang dikatakan pihak Kejari Muna terkait dugaan Korupsi DAK di Muna ini tak tertutup kemungkinan akan adanya tersangka lainnya.

Rabu besok (03/01), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muna, La Bou bersama Bendaharanya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Muna terkait indikasi penyimpangan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di 61 proyek tahun 2015, demikian informasi yang diterima koransultra.com melalui Kasi intel Kejaksaan La Ode Abdul Sofyan SH MH, saat ditemui, selasa 02/01.

Menurut Kasi Intel Kadis PU dan Bendaharanya ini dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, ” Mereka diperiksa terkait pembayaran yang menyeberang tahun,” Jelas La Ode Abdul Sofyan.

Meski begitu Kasi Intel Kejari Muna belum bisa memberikan informasi lebih lanjut saat disinggung mengenai adanya kemungkinan Kadis PU ini juga akan tersandung menjadi Tersangka dalam kasus Dugaan Korupsi DAK 2015 lalu ?

” Tersangka atau tidak nanti kita lihat karena belum bisa disimpulkan,” Ujarnya.

KONTRIBUTOR : BENSAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY