Kasi Intel Kejakasaan Muna,  La Ode Abd Sofyan. SH. MH. Foto Bensar
Kasi Intel Kejakasaan Muna, La Ode Abd Sofyan. SH. MH. Foto Bensar

RAHA, KORAN SULTRA-Ibarat bom waktu pemeriksaan tim 9 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lasunapa tahun 2012 terletak dikecamatan Duruka, kini diperiksa kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, dugaan korupsi ahirnya BPKP temukan kerugian sebesar Rp. 1, 30 M,Uang bersumber dari pembebasan lahan.

Dari 7 orang anggota tim 9 Lasunapa hadir diperiksa secara berjamaah, tingal ketua tim yakni La Ora mantan sekda Muna serta dan Arif Budiyono mantan kadis PU Muna, sepertinya menyusul pangilanya.

“Ini baru intronya belum refnya, kita dalami dulu kasusnya, “ujar Badrut Tamam. SH. MH. melalui kasintelnya La Ode Abd Sofyan. SH. MH. Kamis, (16/3) usai pemriksaan.

Kehadiran anggota tim 9 PLTU, yakni
La ode Muh. Ruslan wakil ketua panitia, Alimuddin anggota eks kadis Pertanian, Muh. Safei anggota eks kabag. Tata pemerintahan, Edy Uga anggota Kabag.Hukum, La ode Rika anggota eks camat duruka, La ode Hadi mantan Kadis pertambangan anggota, Syawal Azhari, mantan kasubag pemerintahan anggota.

“Mereka ini panitia pengadaan tanah, kita lakukan pengembangan, dokumen sebelumnya sudah ada, “ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menegaskan bahwa tanah yang dilakukan pembebasa lahan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (LPTU) Desa Lasunapa pada 2012 di Kabupaten Muna adalah tanah negara bebas. Ahirnya menyert dua orang yakni mantan kepala BPN Raha Arifin dan mantan Kades Lasunapa La Ode Mbirita terpidana.

“Bisa saja ada yang tersangka baru nantinya,”tegasnya.

Pantauan Koran Sultra, dalam pemeriksaan 7 anggota tim 9, tiba dikejari Muna pukul 10. 00 wita, usai pemeriksaan pada pukul. 12. 15 wita akan dilanjutkan pemediksaanya pada pukul 02. 00 wita, diruangan kasi intel kejaksaan.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY