Kolaka, Koran Sultra – siapa sangka Tanaman jahe yang biasanya didapat dipasar pasar tradisional, kini merupakan salah satu lading bisnis yang menjanjikan omset hingga ratusan juta rupiah.

Budidaya tanaman jahe ini juga terbilang tidak cukup sulit, asal tekun dan ulet itu kunci utamanya, ujar Suyanto salah satu pembudidaya Tanaman Jahe di Kecamatan Toari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara saat dijumpai baru baru ini dikediamannya.

Tekhnik Penanaman jahe Merah bukan seperti lazimnya para petani dengan menggarap lahan kebun lalu ditanami jahe, hal seperti ini tak perlu dilakukan lagi karena program budidaya organik sistem vertikultur dengan aplikasi pupuk genetika plus yang sudah disosialisasikan oleh PT YRS surabaya beberapa pekan lalu ditiap kecamatan ternyata banyak diminati dari berbagai kalangan hingga sejumlah PNS di Kecamatan Toari tertarik untuk membudidayakan tanaman jahe ini.

Contohnya, Suyant, SP.M.Si yang kini menjabat selaku Camat Toari ini juga tak mau ketinggalan, malahan mantan penyuluh Pertanian juga ini mengajak para warganya untuk membudidayakan jahe merah karna hasilnya sangat menjanjikan,” saya sangat yakin dengan hasil panennya jahe merah ini karena kita melakukan penanaman diberikan petunjuk dan caranya budidaya jahe merah dan juga tak perlu ragu karena bukti hasil panen serta jual belinya sudah banyak didaerah lain yang berhasil” katanya.

Menurut Suyanto Hasil sosialisasi budidaya jahe saat ini hanya dengan menggunakan polybag atau kantong hitam berukuran 25×25 dan tinggi 60 cm, “ selanjutnya kantong polybag diisi dengan paranet bokhasi yaitu campuran sekam padi, arang sekam, kotoran hewan serta tanah dan pasir kemudian dicampur aduk bersama dengan pupuk organik ( genetika plus) . Selanjutnya untuk penanaman 10 kg jahe merah menggunakan 100 polybag” katanya.

Alhasil, tambahnya. per satu polybag bisa panen 20 kg atau 30kg , dengan masa tanam 14 bulan dan dibeli oleh PT YRS seharga Rp 18.000 per kilogramnya . Kemudian dengan menanam 1000 ( seribu) polybag dalam jangka 14 bulan bisa panen 25 ton jahe x 18.000 maka hasilnya dapat Rp 450 juta, ungkap Suyanto dengan bangga terhadap jahe merahnya kepada koran sultra.

Kontributor : Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY