Ketua DPW PPNI Sultra, Herianto, SKM saat melantik Ketua DPD PPNI Konsel terpilih saat Musda DPD PPNI Konsel, Sabtu (1/10) Foto: Yan/ Koransultra.com
Ketua DPW PPNI Sultra, Herianto, SKM saat melantik Ketua DPD PPNI Konsel terpilih saat Musda DPD PPNI Konsel, Sabtu (1/10) Foto: Yan/ Koransultra.com

Andolo, Koran Sultra.com– Sekitar 500 Perawat yang tersebar diseluruh Puskesmas dan Rumah Sakit kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mengikuti Musyawarah Daerah (Musda), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Seminar keperawatan yang berlangsung di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Konsel, Sabtu (1/10).

Dalam Musda tersebut berlangsung secara aklamasi, utusan komsariat Puskesmas Atari Jaya, Konsel, Ns. Slamet, S.Kep, terpilih sebagai ketua DPD PPNI Konsel, periode 2016/2021. Meskipun sempat berlangsung alot, hingga memakan waktu sebelas jam, pertarungan untuk memperebutkan posisi ketua DPD PPNI Konsel berjalan dengan lancar.

Bupati Konsel, Surunudin Dangga turut hadir, sekaligus membuka secara resmi Musda ke dua yang digelar oleh DPD PPNI Konsel. Dalam sambutannya Surunudin berharap, ketua terpilih selanjutnya dapat menjadi panutan dan mampu memfasilitasi permasalahan profesi perawat yang ada di Konsel.

“Perawat merupakan basis terdepan dalam pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit maupun Puskesmas. Sehingga, dalam menjalankan praktik keperawatannya, benar-benar dapat bekerja secara profesional. Terlebih lagi, ketua yang terpilih mampu mengemban tugasnya untuk dapat mengatasi pokok permasalahan anggota PPNI yang ad di DPD Konsel.

Tidak hanya itu, Surunudin Dannga juga mendukung perihal program satu perawat satu desa yang saat ini tengah intens disosialisasikan oleh DPW PPNI Sultra. Menindalanjuti hal tersebut, Surunudin melalui pemerintah Daerah Konsel, bertekad akan mengatasi soal kesahjetraan perawat yang saat ini dinilai masih sangat minim dan belum sesuai dengan porsi kerja perawat yang bekerja dipelayanan kesehatan.

“Untuk mengatasi permasalahan terkait kesahjetraan perawat, kami akan mencoba mempelajari anggaran yang akan digunakan untuk merealisasikan progra, satu perawat satu desa. Jika program tersebut telah berjalan, ditambah dengan kesahjetraan yang memadai, tidak ada lagi perawat yang digaji secara sukarela. Hal ini juga untuk mewujudkan program Konsel hebat,”ujar Surunudin Dangga, saat menghadiri acara Musda II DPD PPNI Konsel, Sabtu (1/10).

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Sulawesi Tenggara (Sultra), Herianto, AMK, SKM mengungkapkan, Musda bertujuan untuk meningkatkan peran organisasi PPNI, yang mampu melaksanakan fungsinya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat.

”Dalam menyukseskan pembangunan kesehatan nasional, serta dapat menjawab tantangan era globalisasi. Kemudian melakukan advokasi hukum dan berpartisipasi aktif dalam menerapkan serta memantau pelaksanaan kebijakan kesehatan yang utamanya terkait dengan keperawatan,”ungkapnya.

Herianto juga menambahkan, tujuan lain adalah meningkatkan hubungan dengan masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraan politik aktif dan pasif anggota PPNI, membina dan meningkatkan kerja sama dalam dan luar negeri.

“Saat ini yang tidak kalah penting dari program PPNI di Sultra, untuk memperjuangankan nasib perawat terkait kesejahteraan. Pasalnya, kenyataan saat ini masih banyak perawat yang bekerja dipelayanan baik rumah sakit maupun puskesmas, digaji dengan upah yang dibawah standar mininum. Olehnya itu, DPW PPNI Sultra bersama DPD maupun komisariat terus berjuang menyuarakan prihal tersebut agar pemerintah benar-benar serius menyikapi persoalan perawat yang sejak bertahun-tahun masih diperhadapkan dengan soal kesahjetraan,” tutupnya.

Kontributor : Yan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY