Cakades Desa Patowonua, Bambang Putrawan Foto Israil Yanas

LASUSUA, KORAN SULTRA– Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 64 desa di Kolaka Utara (Kolut) pada tanggal 6 mei 2017 lalu masih menyimpan misteri, dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2017 yang di indahkan Panitia Pilkades maupun Panwas Desa Patowonua.

Salah satunya yaitu tidak menyediakan tinta, kemudian mempercepat pencoblosan dan mendahulukan pemilih yang tidak memiliki surat panggilan.

Calon Kepala Desa (Cakades) desa Patowonua Nomor urut 5, Bambang Putrawan yang ditemui wartawan Sabtu (13/05) mengatakan, kami sudah turun Demo ke BPMD dan DPRD Kolut beberapa hari yang lalu, namun belum ada tanggapan, malah saat pertemuan Kadis BPMD mengatakan penyedian tinta bukan suatu kewajiban. ujarnya

“DiPerbup Pasal 53 ayat 1 poin O sudah jelas disebutkan Kelengkapan penyedian Tinta atau tanda khusus harus ada, namun kenyataannya tinta tidak disediakan,” ujarnya

Lain lagi pelanggaran yang dilakukan panitia yang diduga pendukung calon pemenang dengan mempercepat waktu penjeblosan pukul 07.150 wita sementara dikertas panggilan penjeblosan akan dilaksanakan pada pukul 08.00 wita. DPT Desa Potowonua 1991 dengan DPT Tambahan 95 kertas jadi totalnya 2.086 pemilih, katanya.

“Kami meminta dengan tegas, BPMD untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkades Di Desa Patowonua, dan kalau tidak kami akan menurunkan Massa yang lebih besar lagi,’ Katanya.

Sekedar informasi, Pelanggaran Pilkades serentak juga diProtes Desa Ujung Tobaku Kecamatan Katoi, Desa Alipato Kecamatan Pakue m dan Desa Watunohu Kecamatan Watunohu, sementara Desa Watuliwu Kecamatan Lasusua diduga pelanggaran dilakukan Panitia Pilkades dengan melegalkan DPT tambahan sebanyak 230 pemilih, merekrut Pemilih yang masih Duduk dibangku sekolah SMP dan melanggar Perbup pasal 53 pasal 1 yang mengharuskan pemilih 500 pemilih ditetapkan 1 TPS dan 501 pemilih ditetapkan 2 TPS sementara DPT Desa Watuliu sebanyak 2.539 hanya memiliki 1 TPS.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY