Warga Desa Ueesi tampak lagi mengurus akte. Kelahiran di rumah kepala desa Ueesi pada malam hari, foto : Dekri
Warga Desa Ueesi tampak lagi mengurus akte. Kelahiran di rumah kepala desa Ueesi pada malam hari, foto : Dekri

Tirawuta, Koran Sultra – Sejumlah Warga Desa Ueesi berbondong-bondong mendatangi rumah Kepala Desa Ueesi guna mengurus Akte Kelahiran. Anehnya, pengurusan Akta kelahiran ini dibuka pada malam hari sekitar pukul 22:00 WITA.

Menurut salah satu warga Desa Ueesi, Surono yang ditemui mengatakan, mereka mendatangi rumah kades guna mengurus akte kelahiran, sebab kata Surono, Akta kelahiran itu sangat penting untuk anak yang mau masuk di sekolah dasar.

“Kami mengurus akte kelahiran pada malam hari karena kondisi dan keadaan yang mendesak untuk mengurus berkas-berkas, “kata Surono.

Sementara itu Kades Ueesi, Ansaruddin menjelaskan pihaknya harus melayani masyarakatnya dengan penuh kesabaran, apalagi melayani pada malam hari.

“Warga saya datang pada malam hari usai melaksanakan sholat taraweh untuk mengurus akte kelahiran, saya terpaksa harus melayani karena saya pikir itu memang penting, ” katanya

Untuk itu, Bagi dia tidak menjadi masalah dengan pengurusan akte kelahiran pada malam hari, sebab sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai pemerintah.

“Saya sama sekali tidak memungut biaya sedikit pun kepada warga saya, jadi teman-teman pers jangan lagi berpikiran kalau saya memungut biaya kepada masyarakat,” tegasnya.

Ditempat yang berbeda Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Koltim Anwar Hamza mengatakan, khusus di Kecamatan Ueesi ada dua desa yang sementara pengurusan akte kelahiran yakni Desa Ueesi dan Desa Porabua.

“Sesuai intruksi Mentri Dalam Negeri (Mendagri) masyarakat harus secepatnya mengurus akte kelahiran mulai dari 0-8 tahun untuk wajib sekolah, melalui percepatan yang kami diperintahkan,” kata Anwar.

Dalam percepatan E-akte kelahiran tahun ini bukan saja KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sudah online tetapi akte kelahiran juga itu sudah online diseluruh indonesia. Dan kami usahakan 70 persen kabupaten Koltim sudah memiliki akte kelahiran yang sampai hari ini bersipat pelayanan reguler.

“Ke dua desa itu hanya melengkapi adminitrasi saja, nanti dicetak dikantor capil dan pak desanya yang datang mengambil nanti kalau sudah selesai,” jelasnya.

Kontributor : Dekri

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY