Acmad Nur Cholis

Penulis : Acmad Nur Cholis
-Mahasiswa Fisip Universitas Muhammadiah Malang

MALANG, KORAN SULTRA– Beberapa saat lalu Negara Indonesia tengah di guncang dengan adanya aksi ancaman terorisme yang sempat mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan. Ancaman yang terjadi berupa surat kaleng yang di tujukan pada kepolisian di provinsi banten serta pemasangan bendera kelopok di kantor polsek kebayoran lama Jakarta Selata.

Terduga dalam ancaman tersebut berasal dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam tindakan dan ancaman tersebut kerap menimbulkan rasa ketida nyamanan masyarakat sekitar sehingga beberapa kalangan mulai angkat bicara akan kejadian tersebut. kepala devisi humas polri Irjen Seyo Wasisto mengatakan “perbuatan pelaku termaksud dalam terror dan ancaman yang menimbulkan keresahan, rasa takut dan ancaman.

Pelaku bisa di kenakan pasal terorisme”. Selain tanggapan dari ketua devisi humas polri, wakil ketua majelis ulama Indonesia angkat bicara dan memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia akan bahayanya ancamanteror tersebut.

Sebelum terjadinya kasusu ini, sempat terjadi peledakan bom di beberapa daerah di antaranya kasus peledakan bom di pasar melayu beberapa pekan terakhir. Dan kejadian tahun lalu teptnya di jalan tamrin sekitar hotel syarina yang mengegerkan masyarakat Indonesia. beragam analisis telah bermunculan yang pada akhirnya menemukan titik temu serta beranggapan bahwa kasus tersebut berupa ancaman dari kelompok isis.

Sempat menjadi isu yang menempati trending topic di seluruh media Indonesia. beragam kasus telah terjadi di tanah air Indonesia dan langsung di berikan tanggapan dari aparatur negara mengenai ancaman teror yang dapat membahayakan.

Tanggapan serius aparatur negara selaku pemegang ke stabilan serta keamanan Negara berbentuk pada siap siaga bila ada ancaman terror susulan yang terjadi. Selain kesiap siagaan aparat negara, anggota kepolisian juga telah melakukan beragam latihan beladiri dan menembak guna persiapan apabila konflik besar akan terjadi.

Terlepas dari pembahasan di atas, perlu di sadari bahasanya Indonesia menempati posisi peringkat pertama umat muslim terbanyak sedunia. Negara di asia tenggara ini di sebut sebagai tanah dengan populasi muslim tertinggi. Presentase muslim di Indonesia mencapai 12,7 persen dari populasi dunia.

Dari 205 juta penduduk Indonesia, di laporkan sedikitnya 88,1 persen beragama islam.sehingga tidak perlu di herankan setelah hancurnya Negara-negara asia tengah, maka yang menjadi soroton utama ialah Negara-negara asia tenggara termaksud Indonesia.
Setelah Filipina di jadikan marawi oleh anggota kelompok isis, maka menuntut kemungkinan Indonesia juga demikian rupa.

Bentuk kontekstual yang terjadi dalam terror pemasangan bendera serta ancaman surat kaleng berisi pesan serta bentuk ekspansi kelompok terorisme isis dari negara asia tengah menuju ke negara asia tenggara. Sehingga ini menjadi persoalan yang urgent untuk di tanggapi oleh pemegang ke stabilan dan keamanan negara. Pernakah terbayangkan bila Indonesia telah di jadikan sarang terorisme kelompok isis ? maka menjadi suatu keniscayaan konfik besar akan terjadi di Indonesia bila kekuatan kelopok isis telah merajalela di tanah air Indonesia.

Di balik kasus ancaman terror isis yang terjadi saat ini tidaklah lain dari pencaian eksistensi dari kelompok yang bersangkutan akan kekuatan besar mereka.

Perlu di ketahui beberapa Negara-negara beasr yang telah bersetubuh dengan kelopok isis serta menjadi penyumbang atau donasi persejataan militer untuk membasmi suatu Negara diantaranya yang telah banyak di ketahui adalah negara Amerika serikat dan Rusia.

Selain kedua negara tersebut telah banyak Negara koalisi isis yang anti terhadap negara islam yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan Negara-negara muslim terbesar di dunia. Isis yang kerap di sebut sebagai kelompok islam radikah hanyaleh sebuah boneka yang di maikan oleh beberapa aktor atau negara.

Arab Saudiberpartisipasi dalam serangan udara di suriah. Arab Saudi telah sering mengutuk negara islam dan telah meyumbang 100 juta untuk PBB counter terrorisnm center dan 500 juta dalam bantuan kemanusiaan.

Australia juga telah menyepakati untuk menyebarkan kekuatan militer kewilayah wilayah tertentu dan akan memaikana dalam serangan udara yang di pimpin AS. Pasukan khusus Australia memberikan donasi 5 juta dalam bantuan kemanusiaan ke irak serta pesawat, sitem peringatan dini dan peralatan milier.

Perdana mentri Tony Abbott telah mendukung posisi amerika serikat yang menggambarkan Negara Islam sebagai “kultus kematian”

Inilah yang di maksud dari eksistensi yang tengah di tonjolkan dalam kasus tersebut. kelompok tersangkut memberikan ancaman agar mendapat perhatian serius dari seluruh kalangan agar mereka di anggap tidak main main dalam hal ini.

Mengancam salah satu senjata yang cukup ampuh untuk mengegerkan masyarakat Indonesia sampai tataran keamanan Negara sekalipun. Karena sejatinya di belakang bendera kelompok isis terdapat banyak bendera-bendera Negara yang tengah bermain dalam kelompok koalisi Negara anti islam. Baru juga beredar siaran di salah satu stasiun televisi yang memberitakan tentang Daftar Pencarian Orang (DPO), terdapat banyak kasusu di duga penyelundupan kelompok anggota isis yang menyamar menjadi TKI.

Maka ancaman besar seakan sudah di ambang pintu untuk Negara Indonesia bila konflik besar terjadi yang melatar belakangi suatu agama.

Menjadi suatu tantangan berat bagi bangsa Indonesia selaku pemegang puncak klasemen mayoritas ummat muslim sedunia di banding dengan Negara-negara asia tenggara lainnya.

Belum adanya resolusi yang tepat untuk menghadi permasalahan konflik seperti ini, akan tetapi hanya kesiap siagaan keamanan negara serta masyarakat untuk ikut berkontribusi dan bekerja sama untuk mencegah konfil besar terjadi.

Memang menjadi suatu kehawatiran di kalangan masyarakat sipil akan ancaman dan terror. Himbawan juga tengah di persuasive oleh lembaga-lembaga islam di Indonesia yang berkenaan dengan masyarakat yang menjadi TKI.

Maka dari itu berangkat atas kepercayaan terhadap aparatur negara yang menangani hal tersebut bisa menjadi salah satu point besar untuk menangani prihal ancaman terror yang terjadi beberapa saat lalu. Selain itu rasa nasionalisme juga harus di junjung tinggi untuk memperahankan kedaulatan bangsa dan tanah air dari pihak lainnya.

Penguatan internal masyarakat hendaknya di bangun sejak dini, persiapan generasi muda lebih di matangkan dalam segala aspek sehingga bila terjadi suatu permasalahan yang akan di hadapi berupa ancaman dan terror serta konflik besar maka internal Negara Indonesia sudah siap menghadapi bahkan tidak adanya kata mundur untuk mempertahankan Negara.(***)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY