Salah satu Vetran dari Koltim Bapak Poda Foto: Dekri
Salah satu Vetran dari Koltim Bapak Poda Foto: Dekri

TIRAWUTA, Koran Sultra-Salah satu momen penting dalam sejarah kemerdekaan diantaranya perjuangan para pahlawan yang rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan RI. Dengan perjuangan tersebut hingga kini kita masih merasakan nikmat merdeka yang bebas dari penjajahan. Sebagai bentuk apresiasi kepada pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran maka pemerintah menetapkan setiap tanggal 10 November sebagai hari Pahlawan.

Salah seorang Veteran perang kelahiran Kolaka Timur (Koltim), Bapak Poda (91) mengisahkan, Diumur Sepuluh tahun dirinya sudah ikut bergerilya mengusir penjajahan jepang di bawah kepemimpinan Raja Konggoasa.

“Saat perang kami dipimpin Raja konggoasa bersama Latumaa untuk mengusir penjajahan jepang. Karena Waktu itu, peperangan terjadi di Kolaka,” Ungkapnya.

Bupati Koltim saat memberikan Bingkisan pada sejumlah Vetran Foto: Dekri
Bupati Koltim saat memberikan Bingkisan pada sejumlah Vetran Foto: Dekri

Dikatakanya, Setelah perang usai dan Indonesia merdeka. Kini kami memasuki usia tua dan harus pensiun. Untungnya, Negara sangat memperhatikan tunjangan dan gaji pensiun para veteran.

“Saat ini kami menerima tunjangan sebesar Dua Juta seratus setiap bulan, Dan tidak pernah ada kendala dalam penerimaan tunjangan,” Ungkap pria kelahiran 1925 tersebut

Poda berharap, selain veteran. Pemerintah juga perlu memperhatikan isteri dan anak anak veteran. Sehingga kesejahteraan keluarga veteran bisa lebih baik lagi.

“Berapapun negara mampu memberikan tunjangan kepada kami. Akan kami terima, dan tidak akan pernah menuntut lebih,” katanya, seraya meninggalkan lokasi upacara.

Koresponden : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY