Ilustrasi

Andoolo, Koran Sultra – IKS (inisial.Red) Oknum Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara nampaknya harus berurusan dengan penegak Hukum karena dilaporkan oleh Rekannya ( Sudi Lesmana) di Mapolda Sultra.

IKS di Laporkan dengan Tuduhan Penipuan, Meski begitu Anggota DPRD Konsel Asal Partai Nadem ini membantah jika dirinya dituduh melakukan penipuan.

Saat melakukan jumpa pers bersama sejumlah awak media kamis 27/07, IKS mengklarifikasi terkait laporan yang di tujukan kepadanya, ia menuturkan kronologis awal mulanya dirinya bertemu seseorang di jakarta pada pertengahan 2016 lalu, yang kemudian berlanjut dengan pembicaraan soal proyek yang kebetulan juga IKS ini tengah mengurus proyek APBN dana DAU pengerasan jalan. Hingga akhirnya terjadilah komunikasi yang lebih jauh antara IKS dan pelapor.

” dia menawarkan diri kepada saya untuk ikut terlibat dalam pekerjaan, setelah itu dia memberikan dana sebesar Rp.130.000,000 juta sebagai dana operasional kepada saya di kendari yang pada saat itu saya akan berangkat ke jakarta. Tetapi waktu itu saya juga tidak meminta dan memaksa dia untuk memberikan uang,” beber Anggota DPRD Konsel ini pada awak media.

Dikatakannya, seiringnya waktu berjalan pada saat itu ada pemangkasan dana DAU sehingga apa yang telah di janjikan tidak berjalan dengan mulus lagi karena adanya pemangkasan anggaran. Setelah itu ketika akan melakukan tender proyek pelapor ini tidak ingin meneruskan proses lelang tender akan tetapi meminta dikembalikan uangnya yang telah di berikan kepada saya.

” ok kalau begitu, tapi kamu harus sabar untuk pengembalian dananya,” katanya IKS kepada pelapor.

Selang beberapa bulan kemudian, lanjut IKS, pada saat itu dia datang menemui saya pada bulan april 2017 dengan mengandeng pengacara sembari membawa surat pernyataan untuk saya. Kemudian meminta jaminan mobil saya, namun saya tidak memberikan karena saya cuma mempunyai satu buah mobil.

” pada saat itulah dia memberikan waktu 1 bulan kepada saya untuk mengembalikan uang tersebut, dengan jaminan sementara saya memberikan 1 buah sertifikat tanah seluas 1 hektar,” bebernya.

Setelah sebulan berjalan, kata IKS, dirinya belum mengembalikan dana tersebut dengan meminta kepada pelapor agar di berikan waktu lagi, tetapi setelah saya ketahui di telah melaporkan saya ke Polda sultra baru-baru ini.

” saya selalu berusaha berkomunikasi dia melalui kekeluargaan, yang artinya saya tidak lepas dari tanggung jawab saya setelah dia laporkan saya,” tuturnya.

Lanjut IKS, kemudian selanjutnya pasca dia melaporkan saya di polda, saya masih melakukan komunikasi melalui SMS, dan dia meminta uangnya, kemudian saya teransferlah ke rekeningnya sebanyak 6 juta.

” nah, saya telah komperatif dengan berupaya sebisa mungkin untuk mengembalikan uang tersebut, tetapi kok saya tiba-tiba di laporkan melakukan penipuan ?,” tanya IKS.

IKS menambahkan, meskipun dia (pelapor) telah melaporkan saya di Polda, saya tetap akan menyelesaikan tanggungjawab saya, asalkan dia tetap bersabar.

” saya komperatif, saya tidak lari dari tanggungjawab saya, dan saya tetap akan membayarnya hanya saja persoalan waktu saja,” jelasnya.

Kontributor : Kasran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY