Ilustrasi dok koran sultra
Ilustrasi dok koran sultra

LASUSUA, KORAN SULTRA– Diduga melaksanakan Money politik dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2017 di Kolaka Utara (Kolut), seorang Cakades Desa Lawaki Jaya, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Tamrin Bunais diamuk massa.

Pasalnya, Cakades tersebut dinilai telah melakukan pelanggaran dalam Pilkades serentak di Kolut dengan cara membagikan uang terhadap warga.

Hal tersebut diketahui pada saat rumah Tamrin, dilempari batu oleh warga dari Desa Lawaki Jaya, Lantaran diketahui Cakades ini meminta sejumlah uang nya pada warga yang telah ia berikan saat pencalonannya baru baru ini agar dikembalikan.

Dari informasi salah seorang warga Desa Lawaki Rustam, mengatakan, jika kejadian tersebut bermula saat Cakades nomor urut 1 itu, meminta uang yang pernah ia berikan kepada warga sebesar Rp100 ribu per orang lantaran dirinya merasa tidak dipilih warga.

“Dia minta kembali uangnya, karena dia merasa tidak dipilih waktu pemilihan,“ tutur Rustam.

Sehingga warga pun merasa terpojokkan, sebab kata Rustam, cakades tersebut selalu mendesak agar uangnya segera dikembalikan.

Hal itulah membuat warga geram yang akhirnya berbuntut pada pelemparan rumah Cakades Tersebut. ”Cakadesnya sudah melapor, dan pihak kepolisian juga sudah berhasil meringkus empat pelaku pelemparan,“ terangnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun uang yang telah dibagikan cakades pada warga sebesar RP3,5 juta gagal dikembalikan.

Kapolsek Tolala Ipda Rahman, dikonfirmasi enggang berkomentar banyak. “Memang betul ada kejadian seperti itu, namun kami sudah limpahkan kasusnya ke polres kolut untuk ditangani lebih lanjut,“ singkatnya.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY