Kantor Pengadilan Kolaka
Kantor Pengadilan Kolaka

Kolaka, Koran Sultra – Insiden memalukan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Oknum Hakim nampaknya bakalan mencoreng nama Institusi Pengadilan Negeri Kolaka.
Betapa tidak, oknum Hakim di PN Kolaka berinisial DR, diduga telah melakukan hal tidak senonoh bersama seorang terdakwa berinisial NA di sebuah Ruang Kecil yang ada dalam ruangan sidang menjadi saksi bisu “romantika” tersebut. Pada Rabu (15/3) dan hebohnya lagi _ menarik perhatian _ 5 orang saksi mata yang meminta agar identasnya tidak dikorankan.

Sementara itu, NA, terdakwa dengan nomor perkara : 3/pid.Sus-Anak/2017/PN Kka, yang diwawancarai mengatakan dirinya terkena pasal 284 kurungan 3-4 bulan, saat ditanya mengenai kronologi dirinya dipanggil diruangan NA mengaku pasrah “ ya saya ikut saja terserah” Pasrahnya

“Saya dipanggil oleh Hakim DR tersebut ke ruang belakang yang ada di dalam ruang sidang, Cekmi itu tempatnya tidak ada lubang tidak ada apa-apa di situ” Lirihnya saat dikonfirmasi lewat via telpon selulernya 16:59 wib NA membantah dengan apa yang disebutkan bahwa DR oknum hakim melakukan hal senonoh.”kami bicara biasa biasa saja dengan hakim dan sesudah itu saya langsung keluar dari ruangan itu.katanya via selulernya.

Ironisnya, salah seorang saksi Mata di antaranya, TA, secara tidak sengaja melihat adegan vulgar yang dilakukan oknum Hakim tersebut, di sebuah ruangan yang ada di balik ruang sidang, sehingga dirinya memanggil semua teman-temannya untuk menyaksikan adegan tersebut. Tuturnya

“Hal tersebut sangat jelas dilihat bersama teman-teman saya dengan mata kepala secara langsung”, Namun maaf, saya tidak dapat menjelaskan lebih jauh lagi sebab kami takut. Ujarnya dengan nada terbata bata seolah takut bersaksi.

“ namun kejadian sangat jelas sekali kami lihat bersama teman teman saya” katanya.

Rudi Hartono Humas Pengadilan Negeri Kolaka saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, pihaknya akan membuat tim investigasi dan akan menindak lanjuti kalau memang benar adanya pihak pihak hakim yang melakukan perbuatan asusila apalagi kalau sampai sampai melakukan perbuatan mesum di ruang sidang, “ itu sangat fatal adanya dan itu bukan manusiawi,dan perbuatan semacam itu sangat tidak benar dan melanggar kode etik hakim” jelasnya

“ ada sepuluh kode etik yang untuk hakim sudah termasuk melakukan pelangaran asusila.dan secara perundang undanga dikehakiman itu memang tidak di perbolehkan seorang hakim memanggil salah satunya antara tersangka atau korban, itu tidak boleh apapun alasannya itu tidak dibenarkan dan itu sudah melanggar perundang undangan diperadilan kehakiman” jelas Humas PN Kolaka.

Lanjutnya lagi, Rudi akan melaporkan kejadian dugaan ini kepada ketua pengadilan kolaka agar secepatnya membuat tim untuk menindak lanjuti oknum hakim yang melakukan perbuatan asusila (mesum) di ruang sidang.ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut LSM-PEKAT INDONESIA perwakilan kabupaten kolaka,haeruddin biasa dipanggil Dudi menyayangkan, etika Hakim tersebut tidak selaras dengan apa yang diamanatkan dalam UUD Pasal 112 KUHAP Ayat 1, bahwa pemanggilan yang tersangka yang dilakukan oleh seorang Hakim apapun bentuknya, harus dilakukan dengan surat panggilan yang secara tertulis dengan syah, artinya, surat panggilan yang ditandatangani oleh pejabat penyidik yang berwenang. Kutipnya.

Dan Lanjutnya, Seorang hakim punya kode etik tersendiri yang tidak bisa dilanggar, apalagi jika hal itu menyangkut perbuatan asusila yang akan mencoreng nama baik seorang hakim. “ dan kesimpulannya kami minta agar kejadian yang sangat memalukan ini agar pihak yang terkait menindak lanjuti nya pasalnya kalau memang benar adanya bahwa ada oknum hakim yang melakukan berbuat mesum di dalam ruangan persidangan itu sudah sangat melanggar kode etik perhakiman di kelemgaan hukum di indonesia ini, apalagi kalau benar bahwa ada oknum hakim yang melakukan asusila sampai sampai berbuat mesum diruang peradilan itu sudah pelanggaran fatal dan harus di copot jabatanya sebagai hakim” Tegasnya. (Tim***)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY