Kondisi Marlian (36), saat ditemukan tidak bernyawa diatas tempat tidur, kamar 204, Rabu (23/11), Foto : Yan/KoranSultra.com
Kondisi Marlian (36), saat ditemukan tidak bernyawa diatas tempat tidur, kamar 204, Rabu (23/11), Foto : Yan/KoranSultra.com

KENDARI, KORAN SULTRA.COM-Salah seorang tamu Hotel Wisma Indonesia yang terletak di kelurahan Lepo-lepo, kecamatan Baruga, Kota Kendari,diketahui bernama Marlian (36), ditemukan tidak bernyawa, Rabu (23/11), sekitar pukul 14.00 wita.

Saat ditemukan, korban tengah mengenakan pakaian kemeja motif batik di lapis switer warna mereh celana berwarna kain coklat. Sementara itu, dari mulut jenazah korban mengeluarkan busa.

Menurut keterangan salah seorang karyawan Hotel Wisma Indonesia yang turut menjadi saksi dalam peristiwa itu, Fadli (25) menuturkan, awalnya ia mendatangi kamar korban nomor 204 dengan maksud menanyakan tentang apakah masih dilanjutkan menginap atau tidak.

“Saat saya mengetuk berkali-kali pintu kamar korban namun tidak ada jawaban. Sehingga beberapa orang rekan saya panggil untuk membantu membuka pintu tersebut dengan menggunakan kunci kamar cadangan. Namun, pintu tidak dapat terbuka lantaran terkunci dari dalam. Sehingga teman saya memutuskan untuk masuk lewat jendela, pada saat itu juga korban ditemukan dalam posisi terbaring diatas tempat tidur dengan kondisi tidak bernyawa,”tuturnya, Rabu (23/11).

Hotel Wisma Indonesia Foto : Yan/KoranSultra.com
Hotel Wisma Indonesia Foto : Yan/KoranSultra.com

Mendapat laporan tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengamankan sekitar lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dibawa kerumah sakit Umum Bhayangkara Kendari untuk menjalani proses pemeriksaan luar.

Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka yang dikonfirimasi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara, tidak ditemukan adanya bekas tanda penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan oleh tim medis RSU Bhayangkara, diketahui pada jantung korban mengalami pembengkakan jantung dan kekurangan oksigen. Sehingga disimpulkan, bahwa korban meninggal akibat kekurangan oksigen saat penyakit jantungnya mengalami kontraksi hebat,”ungkapnya

Usai menjalani pemeriksaan oleh tim Medis di RSU Bhayangkara, sekitar pukul 18.40 wita, jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh keluarga korban ke rumah duka di alamat jalan Tupai no.22 kelurahan. Tipulu kecamatan Kendari barat untuk disemayamkan.

Koresponden : Yan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY