Ilustrasi
Ilustrasi

UNAAHA, KORAN SULTRA-Diprediksi jumlah angka perceraian di kabupaten konawe bakal meningkat, dibanding tahun lalu 2016. Dari data Pengadilan Agama Konawe, sepanjang tahun 2016 tercatat sebanyak 806 kasus, diantaranya 245 kasus perkara gugatan dan 561 perkara permohonan dan dari 245 perkara perceraian 164 kasus gugat cerai dan sisanya kasus cerai talak.

“Cerai gugat yang banyak terjadi yakni istri menuntut cerai suami dibanding cerai talaknya,dan untuk tahun 2017 ada peningkatan kasus perceraian karena diawal bulan maret saja kasusnya mencapai 89 perkara gugatan yang kita tangani,” kata Kepala Humas Pengadilan Agama, Najmiah Sunusi S AG MH, kamis (09/03)kemarin.

Dari data-data perceraian tersebut, terjadi karena faktor orang ketiga. “Faktor perceraian beragam mulai dari, desakan ekonomi sampai KDRT dan perselingkuhan. Namun yang mendominasi laporan adalah perselingkuhan. Sebab, biasanya desakan ekonomi dan KDRT itu adalah ujung permasalahan,” jelasnya.

Wanita yang sejak 2009 menjabat sebagai Hakim ini, juga membeberkan keberhasilan tim mediator Pengadilan Agama Konawe. “Terkadang perkara gugatan tidak sampai berakhir dengan cerai, setelah kami mediasi walaupun pasutri yang kembali rujuk jumlahnya tipis. Namun, keberhasilan dari dampak perceraian banyak seperti putusan hak pembagian harta dan hak asuh anak,” tutupnya

Kontributor : Nas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY