Ilustrasi Net.

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Pembayaran yang dilakukan oleh Bidan PTT yang lulus CPNS baru-baru ini sebesar Rp200 ribu untuk pengurusan berkas yang dilakukan oleh teman mereka sendiri atas nama Luh Sudarsi ternyata hanya kesalahpahaman saja.

Menurut Ketua Bidan PTT Luh Sudarsi, yang ditemui Rabu (14/6/2017) malam, mengatakan pembayaran tersebut merupakan kesepakatan para bidan PTT yang lulus. Sedangkan kegunaan dana yang disetor para bidan PTT kata Luh, guna untuk biaya ke Jakarta membawa berkas mereka para bidan PTT yang salah.

“Itu inisiatif kami, semua bidan PTT. Agar mengumpulkan dana guna pengurusan berkas kami yang dibawa ke Jakarta,” kata Luh Sudarsi kepada sejumlah media.

Pengumpulan dana tersebut kata dia, itu tidak ada paksaan. Dan ternyata teman mereka pun tidak ada yang keberatan.

“Saat itu, teman-teman bidan tidak ada yang keberatan untuk membayar. Sekitar 60 orang saja yang menyetor uang tersebut,” jelasnya. Setelah dana terkumpul, lanjut dia, barulah dirinya bersama temanya yang lain ke Jakarta membawa berkas tersebut. Mereka ke Jakarta selama berapa hari, dan menginap juga disana.

“Uang tersebut kami pakai untuk biaya transportasi, menginap selama berapa hari di Jakarta, dan biaya pengurusan berkas lainya,” cetusnya.

Akhirnya berkas mereka pun tidak ada masalah. Hingga mereka semua laporkan ke BKD Koltim, bahwa berkas mereka telah masuk di Kementrian Kesehatan.

“Kami memperjuangkan nasib kami untuk menjadi PNS, tidak ada niat saya untuk mengambil keuntungan,” tutup Luh Sudarsi yang didampingi sang suami bersam beberapa bidan lainya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY