Ilustrasi Rastra

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Lurah Simbalai Sunoto, membantah jika apa yang ditudingkan warganya terkait penyelewengan Beras Sejaterah (Rasta) tidak benar.

”Saya tidak pernah menyelewengkan rastra,” kata Sunoto di kediamannya, Jumat (13/5).

Sunoto menjelaskan jika pihaknya sama sekali tidak pernah bermain main dengan bantuan pemerintah. Terkait tudingan warganya, yang hanya menerima rastra dua bulan, bukan empat bulan Sunoto mengakui jika hal tersebut ia lakukan atas kebijakannya.

”Saya pikir bukan hanya saya saja yang memberikan jatah pada warga hanya dua bulan. Memang yang semestinya mereka terima empat bulan atau empat karung beras per kepala keluarga. Namun bagaiman jika keluarga miskin yang lainya tidak kebagian.

Dituding warganya menyelewengkan beras sejaterah (Rastra), Lurah Simbalai, Kecamatan Loea, Kolaka Timur (Koltim) Sunoto, membantah jika dirinya melakukan hal demikian.

Kata Sunoto, ia sengaja memberikan jatah beras dua karung karena, banyak warga yang namanya tidak masuk dalam daftar penerimaan rastra 2107.

”Sebab, data tahun ini berbedah dengan data tahun lalu. Ada banyak yang menerima rastra tahun lalu sudah tidak menerima tahun ini. Sehingga saya mengadakan musyawarah pada masyarakat jika kita bakal memberikan jatah empat bulan hanya diterima dua bulan saja, dan masyarakat sepakat,” jelas Sunoto.

Sementara itu warga yang menudingnya menyelewengkan rastra kata Sunoto, ia sudah diberikan namun mengembalikan, dengan nalasan namanya tidak ada di daftar penerimaan.

”Itu yang protes saya, sebenarnya sudah diberikan juga, tapi ia kembalikan karena alasan namanya tidak ada didata kami,” tutup Sunoto.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY