Lasusua,Koran Sultra – Pelayanan BLUD Djafar Harun Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris lumpuh, Pasalnya Dr.Anestesi Giovanny Sigading (35) warga Desa Tojabi Kecamatan Lasusua sementara berobat ke Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat penganiayaan Keluarga Pasien terhadap dirinya.

Dirut BLUD Djafar Harun, Dr. Syarof Nur mengatakan, saat ini dengan tidak adanya Dr Anestesi di RS, semua pasien yang akan melakukan operasi bedah besar akan dirujuk keRumah Sakit lain.
“RS hanya bisa melakukan operasi ringan saja, seperti operasi Caesar (bedah melahirkan) bisa ditangani oleh Asisten Dokter, namun untuk operasi bedah tumor atau operasi besar harus yang melakukan suntikan bius (Anestesi) adalah Dr. Anestesi sebab ada fase yang dipertimbangkan Dr Anestesi sebelum dimulainya operasi,” jelasnya.

Lanjut Dr. Syarif, Dr Anestesi merupakan Dokter spesialis yang bertanggung jawab untuk memberikan Suntikan bius ke pasien yang akan menjalani presedur bedah atau operasi. selain memastikan pasiennya mati rasa juga memantau manajemen rasa sakit dan perawatan intensif pasien.

“Dr Anestesi tidak bisa sembarangan memberikan suntikan bius seenaknya. dia harus mempertimbangkan, kondisi pasien, jenis operasi apakah operasi besar maupun kecil, dan hasil tes darah,” ungkapnya.

Peran Dr Anestesi masih diperlukan saat berlangsungnya operasi dan memantau fungsi organatau tanda-tanda vital pasien serti denyut dan irama jantung, pernafasan, tekanan darah dan tingkat nyeri pasien.begitu juga Usai Operasi Dr Anestesi masih memegang peranan penting kepada kesadaran dan kondisi pasien selama fase pemulihan. maupun perawatan terhadap rasa nyeri 6ang muncul setelah operasi sehingga pasien merasa nyaman.ungkapnya.

Kami berharap kasus penganiayaan terhadap Dr. Giovanny yang terjadi diBLUD Djafar Harun Lasusua bisa diselesaikan dengan damai dengan tidak merugikan keduanya yang saling lapor kePolres Kolaka Utara, Sultra. ungkapnya.

KONTRIBUTOR : ISRAIL YANAS

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY