Lasusua, Koran Sultra – Kasus penculikan anak (PA) di Luwu Timur Sulsel yang ditangkap jajaran Polsek Tolala dan BKO Brimob Kabupaten Kolaka Utara Sultra diduga salah sasaran.

Andi Warga Desa Dawi-dawi Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka yang diciduk merasa sebagai korban salah tangkap namun menyangkut kendaraan curian yang ia tunggangi masih diselidiki lebih lanjut.

Pihak keluarga Andi merasa keberatan atas pencidukan sebelumnya yang dituding sebagai pelaku. Andi saat itu ditangkap aparat Desa Patikala Kecamatan Tolala karena diduga pelaku penculikan anak bernama Asraf (14) warga Lutim dan satu unit kendaraan yang ditungganginya Jumat (7/7) pekan lalu langsung diserahkan ke Polres Lutim Sulsel untuk diproses lebih lanjut.

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman SH, Rabu (12/7) saat dikonfirmasi kebenaran tersebut mengutarakan hingga saat ini, belum menerima informasi dari pihak kepolisian Lutim akan dugaan salah tangkap tersebut. Penangkapan Andi di wilayah hukumnya sebagaimana konfirmasi dari pihak aparat tetangga itu yang mengutarakan sesuai ciri-ciri pelaku yang dikonfirmasikan ke pihaknya. “Tugas kita hanya menangkap dan menyerahkan ke Polres Lutim. Aturanya setelah ditangkap dan diperiksa dan tidak terbukti aturannya kan ada yang dimaksud pengeluaran tersangka,” ujarnya.

Seumpama jika benar dia pelakunya dan pihaknya melepasnya maka tentu ia dipandang lalai. Sementara itu yang terbukti dari penangkapan tersebut yakni menyangkut keberadaan motor yang ia kendarai merek Yamaha N-MAX DP 3901 VC milik Andy Rachmi Retno Ayu warga Soroako. “Itu kita tidak tahu proses pembuktian itu di polres Lutim. Kalau tidak terbukti ya syukur lah kalau begitu,” tukasnya.

Namun, Andi yang saat ditangkap beralasan ia juga korban penipuan dimana dirinya diminta tukaran motor untuk sementara oleh pelaku yang tidak dikenalnya hingga dibekuk petugas karena dicurigai sebagai kawanan curanmor. Usai dibebaskan, Andi justru mengancam salah satu Wartawan melalui akun Facebooknya bernama “Andy Zholan’k” dengan berkomentar langsung pada berita penangkapan dirinya.

“Wech, hapus itu postinganmu. karena itu pencemaran nama baik. karena saya tidak bersalah. kalau tidak mau ko hapus, saya yang hapus ko (?),” ujarnya dengan nada kebencian.

Sepertinya Andy tidak memahami isi pemberitaan yang menyangkut dirinya dimana isi dan sumber berita itu termuat jelas dalam penulisan. Karena mengemukakan nada ancaman sebagaimana pada pasal 45 ayat 4 menyangkut pengancaman UU ITE sebagaimana dijelaskan setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses informasi elektronik atau dokumen yang memiliki muatan pemerasan atau pengancaman sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY