kasi Intel Kejari muna La Ode Abd Sofyan Foto: Bensar
kasi Intel Kejari muna La Ode Abd Sofyan Foto: Bensar

RAHA, KORAN SULTRA-Dua pejabat Buton Utara (Butur), mangkir dari pemeriksaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. Padahal, sedianya hadir, mereka akan dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana Aspirasi DPRD Butur, tahun 2016 senilai, Rp 29 milyar.

Ketidakhadiran dua pejabat Butur yakni Sekda Butur La Ode Baharuddin, dan Kepala BAPPEDA Butur Zunaini itu, diketahui karena dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sedangkan yang satunya dikabarkan sedang berhalangan.

Untuk itu, Kejari Muna bakal melayangkan secepatnya surat panggilan kedua, terhadap dua pejabat tersebut.

Kajari Muna Badrut Tamam, melalui kasi Intelnya La Ode Abd Sofyan mengatakan, kedua pejabat tersebut tidak meghadiri panggilan.

“Kepala Bappeda ada halangan, Sementara Sekda katanya sakit,” ujar La Ode Abd Sofyan, Rabu (14/3).

Dikatakannya, ke dua pejabat tersebut tidak menghadiri dalam tahap pemeriksaan pertama, untuk itu kejari Muna bakal melayangkan surat pemanggilan ke dua.

“Nanti kita sesuaikan jadwal, kapan pemeriksaan keduanya,” tandasnya.

Kasus tersebut kata dia, merupakan hasil penyelidikan terhadap laporan masyarakat, terkait kasus dugaan korupsi dana aspirasi senilai Rp 29 milyar.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, dan kami butuh informasi awal, apakah memang ada anggaran Rp 29 myliar, atau bagaimana,” katanya.

Kata dia, pihak kejari juga Masih mendalami kasus tersebut, mengapa dana aspirasi itu ada, setra sejauh mana keterlibatan SKPD dan pihak lainnya.

BACA JUGA: Sekda Sultra Dikabarkan Berpasangan Bupati Muna di Bursa Pilgub Mendatang

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY