Evakuasi korban pendaki gunung mekongga foto: Israil Yanas
Evakuasi korban pendaki gunung mekongga foto: Israil Yanas

LASUSUA, KORAN SULTRA-Gunung mekongga dengan ketinggian 2.620 meter dari permukaan laut, yang berada diantara Kecamatan Ranteangin dan Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara rengut dua nyawa. Enam orang pendaki gunung jebolan universitas haluoleo kendari itu, diketahui tidak terdata secara resmi oleh pemerintah Kabupaten Kolut.

Kepala Desa Tinokari, Kecamatan Wawo Abdul Rahman mengatakan, Sebelumnya, Enam pendaki tersebut bernama, Lily Angganggia (ligon), Rahim, Khairat umayya said (Khai), Laode mufasir (ufan), Edi Mulyadi (edi) dan Laode fitrah (toto) bertandang ke kediamanya guna menyampaikan jika enam orang tersebut, bakal mendaki di gunung Mekongga esok harinya.

”Mereka datang malam minggu (05/03/2017) sekitar pukul 21.00 wita (jam 9 malam-red). Dengan laporan akan mendaki gunung mekongga besok pagi. Kami sudah menyarankan sebelum pendakian untuk melaporkan ke polsek ranteangin dan pemerintah Kolaka Utara khususnya, BPBD. Tetapi, mereka tidak indahkan karena alasan mereka tidak membawakan nama organisasi, melainkan secara pribadi,” ujar Abdul Rahman.

Abdul Rahman kaget, setelah dua pendaki bernama lily dan rahim bertandang ke rumahnya dengan niat meminta tolong, karena sejumlah rekannya masih berada di atas gunung, dalam kondisi lemas dan tidak berdaya lagi.

“Saya pikirnya mereka sudah pulang, karena laporanya hanya tiga hari saja melakukan pendakian,” ungkapnya.

Menurut warga Nidar Desa Tinokari enam pendaki itu, melintas lewat jalan didusun III Desa Tinokari, dan para pendaki itu menjajaki stapak kemudian menyebrangi beberapa sungai.

“Malam mimggu sempat ketemu mereka dan bercerita bahwa mereka hanya membawa tiga liter beras, Indomie dan logistik lainnya,” katanya.

Dikatakan Nidar, pihaknya sudah beberapa kali mengantar turis ke gunung mekongga, tetapi baru kali ini ada pendaki membawa tiga kiter beras. Seharusnya perjalan tiga hari dua malam mereka membawa beras minimal sembilan liter, karena diatas cuacanya setiap saat berubah.

“Terkadang kita terkena badai angin kecang dan hujan deras, belum lagi kabut dengan jarak pandang 7 meter. Dan dinginya luar biasa karena saya sudah pakai baju kaos dua lapis dan jaket tebal masih tembus hawa dinginnya,” katanya.

Pendakian gunung mekongga harus dipandu oleh masyarakat kata Nidar, sebab, ditempat tersebut mereka yang mengetahui beluk beluk gunung itu, karena perjalanan memiliki 8 posko dengan jarak tempuh 1 hari 1 malam. Sementara dari posko 8 kepuncak berjarak 600 meter dan diatas puncak terdapat batu berwarnah hitam dan tajam.

Pantauan koran sultra diposko induk rumah Kades Tinokari, selain tim sar Kendari dan sar Kolaka, terlihat juga Danramil Lasusua Kapten Infatri Hendrik bersama mapala dan KPA.

Sampai saat ini tim sar belum mengeluarkan pernyataan resmi. Dari alat komunikasi dua meteran tim sar yang berada diposko induk kades tinokari terdengar informasi dari tim sar yang melakukan pencarian mengatakan empat pendaki sudah ditemukan antaranya khairat, dan laode mufasir ditemukan selamat. Sementara dua pendaki lainnya dinyatakan meninggal yakni edi mulyadi dan laode fitrah.

Sampai berita ini diterbitkan dua pendaki yang selamat masih berada di posko 2. Sementara dua korban meninggal masih diposko antara posko 7-8.

Pernyataan resmi dari sar kendari, maupun sar kolaka belum ada namun tim pencari sudah membawa 2 kantong mayat dan pembuatan peti mati, mengingat hujan deras dilokasi evakuasi menyulitkan para tim gabungan. Informasinya evakuasi bakal dilanjutkan besok pagi.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY