Bupati Wakatobi, Ir. Hugua
Bupati Wakatobi, Ir. Hugua

Wakatobi, Koran Sultra – Penetapan Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu wilayah Badan Otorita Pariwisata (BOP) oleh pemerintahan pusat. Sebagian masyarakat Wakatobi menyebutnya jika kehadiran BOP Wakatobi akan merampas hak-hak rakyat dan otonomi daerah. Seperti aksi penolakan BOP yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Pemerhati (Ampera) Wakatobi dan Democration Sultra Wacth (DSW) beberapa waktu lalu.

Kecurigaan kelompok-kelompok tertentu bahwa BOP akan membawa bencana untuk masyarakat Kabupaten Wakatobi tersebut. Berbanding terbalik dengan pernyataan Bupati wakatobi, Ir Hugua terkait hadirnya BOP di Kabupaten Wakatobi. Hugua, dengan penuh yakin jika jika BOP Wakatobi sudah beroperasi maka akan membuka lapangan kerja besar bagi masyarakat Wakatobi.

Menurut Hugua, BOP menciptakan lapangan kerja yang begitu banyak serta memberikan dampak ekonomi luar biasa. Diprediksi, dalam satu orang warga Wakatobi akan mendapatkan lima kesempatan kerja. Kehuwatiran sebagian masyarakat bahwa BOP hanya akan membawa keuntungan bagi para pemodal luar dan akan mematikan pengusaha kecil merupakan persepsi yang keliru. Karena para turis akan menginap di hotel atau penginapan yang sesuai kemampuan uangnya.

“Dengan Masuknya BOP di Wakatobi, kita telah menargetkan bahwa angka kunjungan wisatawan di Wakatobi akan mencapai 500 ribu orang per tahun. Dan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk wakatobi hanya sekitar 100 ribu jiwa lebih maka satu orang masyarakat Wakatobi akan ditunggui lima kesempatan kerja,” terang Hugua Senin (13/6).

Hugua, mencontohkan kesempatan lima peluang pekerjaan untuk satu orang masyarakat. “Kalau ada pertemuan para kepala daerah se indonesia atau se asia di Wakatobi. Jika satu kepala daerah membawa rombongan sepuluh orang, pasti nginap di hotel yang mudah dijangkau. Penjual, dan pengusaha jasa lainnya pun ikut terangkat,” jelas Hugua.

Namun demikian, Hugua, mengatakan jika disetiap pembangunan punya efek negatif dan positifnya. Dalam pembangunan BOP Wakatobi, Hugua, meyakini bahwa efek positifnya lebih besar jika dibandingkan efek enegatifnya. Karena selama Wakatobi menjadi daerah tujuan wisatawan baik itu domestic maupun mancanegara belum pernah ditemukan ada wisatawan yang membawa dampak negative.

“Selama Wakatobi mekar menjadi daerah otonom dan menjadi daerah tujuan wisatawan, belum pernah ada turis yang jalan dengan pakaian setengah telanjang di jalan raya,” centil Hugua.
Meskipun tidak dijelaskan secara mendetail. Hugua, sudah optimis jika BOP Wakatobi hampir semuanya membawa dampak positif. “Efek negatifnya kalau pun ada paling hanya sekitar 10 persen saja.

Kontributor : Surfianto Nehru

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY