Ratusan Massa akisi menuntut ganti rugi lahan mereka Foto: Fyan

LASUSUA, KORAN SULTRA– Jika pemerintah kota Kendari disibukkan dengan persoalan banjir, lain hal dengan pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), yang saat ini disibukkan dengan aksi unjuk rasa para warga yang menyuarakan aspirasi terkait persoalan-persoalan yang terjadi di Desa mereka.

Para pengunjuk rasa berasal tersebut berasal dari Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih ini, menuntut agar pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolut, segera menganti rugi pembebasan lahan di kawasan pembangunan Embung (Cekungan Penampung air) di Desa Lelewawo Kecamatan Batuputih, Senin (15/5).

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti beberapa kaum ibu-ibu yang telah lanjut usia (Lansia). Mereka juga ikut mempersoalkan masalah ganti rugi pembebasan lahannya.

” Kami mendesak balai wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dan di rektorat jendral sumber daya air kementrian pekerjaan Umum dan perumahan rakyat kolut, agar segera mengganti rugi lahan masyarakat terkait pembangunan embung batu putih Desa Lelewawo. Kami juga meminta pihak kepolisian agar segera memproses pihak PPK embung Batu putih. Karena telah membohongi masyarakat dan meresahkan masyarakat,” teriak Kordinator Aksi Abdul Gafur.

Kata dia, sesuai dengan surat pernyataan dan berita acara, yang ditandatangani oleh pemerintah Kolut dan pihak kejaksaan tinggi sultra, masyarakat bakal dibayar pada tanggal 14 April 2017.

”Pihak pertanahan harus bertanggung jawab atas dokumen pemilik lahan yang sampai sekarang belum dikirim ke kantor balai wilayah sungai IV Kendari,” ujarnya.

Setelah melakukan demostran di depan kantor BPN kolut, unjuk rasa melanjutkan aksinya ke kantor bupati kolut dan berakhir di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kolut.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY