La Ode ABD Sofyan. SH.MH, Kasi Intel Kejaksaan Muna

Raha, Koran Sultra – Berdasarkan Hasil ekspos perkara di Kejati Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lasunapa yang terletak dicematan Duruka kini persoalan tersebut ditingkatkan statusnya menjadi tahap penyelidikan.

Sebagaimana diketahui Proyek PLTU Lasunapa tahun 2012 menelan anggaran sebesar Rp.4 Myliar sedangkan hasil audit BPKP ditemukan kerugian senilai Rp. 2, 7 Miliar, uang bersumber dari pembebasan lahan.

Sebelumnya Kejari memeriksa dari 7 orang anggota tim 9 Lasunapa hadir diperiksa secara berjamaah, tinggal ketua tim yakni La Ora mantan sekda Muna serta dan Arif Budiyono mantan kadis PU Muna, sepertinya menyusul pangilanya.

Kehadiran anggota tim 9 PLTU, yakni La ode Muh. Ruslan wakil ketua panitia, Alimuddin anggota eks kadis Pertanian, Muh. Safei anggota eks kabag. Tata pemerintahan, Edy Uga anggota Kabag.Hukum, La ode Rika anggota eks camat duruka, La ode Hadi mantan Kadis pertambangan anggota, Syawal Azhari, mantan kasubag pemerintahan anggota.

“tim 9 ada kaitanya dengan proses pelepasan tanah di Lasunapa harus dimintai keteranganya, termaksud pihak BNI, “ujar La Ode ABD Sofyan. SH.MH, Senin (22/5).

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menegaskan bahwa tanah yang dilakukan pembebasan lahan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (LPTU) Desa Lasunapa pada 2012 di Kabupaten Muna adalah tanah negara bebas. Akhirnya menyeret dua orang yakni mantan kepala BPN Raha Arifin dan mantan Kades Lasunapa La Ode Mbirita terpidana.

“yang jelasnya pemeriksaan ini diluar Arifin dan La Ode Mbrita, PLTU Lasunapa, pengembangan penyidikan sebelumnya pembebasan lahan, “pungkasnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY