Reny bersama Suamin Unyil Foto: Bensar

RAHA, KORANSULTRA.COM – Reny (33), warga asal Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, kini masih diselimuti dengan kesedihan yang begitu dalam. Setelah menerima hasil bidan, jika bayi dalam kandungannya telah meninggal dunia usai menjalani operasi sesar di RSUD Muna.

Rasah kesal pada RSUD Muna tak kunjung berhenti. Reny yang sebelumnya mengharapkan hadirnya sanya bayi mungil, justru harus tertunda setelah menjalani operasi.

Kesehidihan ibu Reny (33) bersama suaminya Unyil (33) ahirnya menjadi sesalkan dengan penanganan di RS.

Proses perjalanan Reny, setelah merasakan sakit kandunganya dengan umur 9 bulan lebih, yang diawasi oleh bidang desa Marsia.

Dirinyapun mengatakan pernah bermalam dirumah bidan.

“saya datang dirumah bidan bersama suamiku sekitar pukul 12. 00 malam, setelah diperiksa, saya balik dirumah sekitar pukul 06. 00 pagi sudah tidak meraskan sakit lagi, “ujarnya dalam kesedihanya ditemui dikediamnya. Rabu (20/9).

Terus bercerita usai satu malam dirumah bidan kembali meraskan sakit dihari kedua, kemudian saya dirujuk di RSUD.

“katanya bidan Marsia habis memeriksa kandungan saya bayi masi hidup, setelah itu saya diantar ke RS, ” paparnya.

Pasien ke RS pada hari Jumat (8/9) pukul 02.00 wita sedangkan pelaksanaan operasi pada hari Sabtu (9/9) pukul 08. 30 Wita bayi tersebut sudah tak bernyawa lagi.

“setelah masuk ke RS saya langsung diimpus dan diperiksa oleh bidan, dan hasil pemeriksaan denyut janin jantung (djj) tidak disampaikan, “ujarnya.

Pasienpun meunggu tindakan operasi,karena pecah ketuban di rumah sakit sekitar pukul 16. 00 pada hari Jumat. (8/9).

“saya Keluar dari RS Rabu (13/9) sampai saat ini saya masi meraskan sakit, bekas operasi,”ujarnya.

Reny berharap kepada Pemeritah daerah agar kedepanya pihak rumah sakit dapat meningkatkan pelayananya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY