Ilustrasi

LASUSUA, KORANSULTRA.COM – Setelah beredar informasi, terkait pemotongan dana PIP sebesar Rp 25 ribudilakukan oleh pihak sekolah SMP Negeri II Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), untuk pencairan di Bank lasusua.

Adanya pemotongan tersebut, beberapa orang tua siswa mengeluhkan terkait pemotongan dana tersebut.

Namun, hal tersebut dibantah beberapa orang tua siswa, yang mengaku tidak ada kesepakatan dengan pihak sekolah dalam hal pemotongan dana.

Salah satu orang tua siswa, ibu Fatma, mengaku soal pemotongan dana tersebut, tidak ada hubungannya bukan pihak sekolah.

“Kami sendiri yang minta kepada pihak sekolah untuk didampingi melakukan pencairan,” katanya, Kamis (2/10/2017).

Sebab kata dia, kalau pihak sekolah yang mengurus pencairan ini, urusannya akan lebih selesai.

“Kami kan kurang mengerti soal pengurusan itu pak, makanya kami suruh pihak sekolah untuk membantu kami,” ungkapnya.

Apa lagi, lanjut dia, rata-rata orang tua siswa mempunyai kesibukan lain, dan tambah lagi, pengurusan di bank kadang membuat kami jenuh menunggu.

“Rata-rata orang tua siswa disini pekerjaannya petani, apalagi sekarang musim panen cengkeh, makanya kami serahkan saja ke pihak sekolah untuk mengurus,” katanya.

Soal pemotongan dana sebesar Rp 25 ribu itu, menurutnya, bukan hasil dari kesepakatan dari pihak kami dan pihak sekolah, tetapi murni dari keikhlasan dari kami sendiri.

“Uang itu, kami sendiri yang berikan, karena kami kasihan kepada guru-guru yang bolak balik ke bank dan sekolah hanya untuk membantu mengurus pencairan ini,” tuturnya.

Sementara, Ibu Ratna, salah satu orang tua siswa SMP juga mengaku tidak merasa keberatan dengan uang perjalanan yang diberikan oleh orang tua siswa kepada pihak sekolah.

“Kenapa saya mau keberatan pak. Kalau kami sendiri yang mengurus, lebih parah lagi ongkosnya, kalau cuman Rp 20 hingga 25 ribu, kami rasa itu masih kurang, malahan biasa mau tambah ongkosx, tapi pihak sekolah menolak,” katanya.

Dia menambahkan, dengan adanya keterlibatan pihak sekolah, saya juga selaku orang tua siswa, yang bisa dikatakan kurang mengerti dengan persoalan itu, sangat berterimah kasih dan bersyukur kepada pihak sekolah.

“Yang jelas pak, bukan pihak sekolah yang paksa kami untuk membayar, hanya kami saja yang mengerti, karena semua kendaraan yang kami gunakan, itu kendaraan yang dipinjam oleh sekolah untuk mengantar puluhan siswa ke bank, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pemotongan yang kami dengar,” tandasnya.

Kontributor: Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY