Wakatobi, Koran Sultra – Bupati Wakatobi, Ir Hugua, memimpin delegasi Wakatobi ke provinsi Jeju Korea Selatan. Delegasi Wakatobi yang direncankan selama 3 hari itu 23 – 25 Mei 2015 sebagai realisasi dari kerja sama pembangunan antara Pemerintah Wakatobi dengan pemerintah Propinsi Jeju di Korea Selatan yang ditanda tangani bersama pada 7 September 2015 bersamaan dengan penyelenggaraan Conferensi Habitat Agenda III dari UCLG-ASPAC/ UN-HABITAT di Wakatobi.

Dalam press release yang dikeluarkan sekretariat daerah Kabupaten Wakatobi, kemarin, kegiatan tersebut, Hugua, akan menjadi salah seorang pembicara pada the 11 tahun JEJU Forum for Peace and Prosperity 2016 bersama LEE Jae Hong, yang juga Presiden Jeju Tourism Organization, DR Tolkach Denis dari Hong kong Politeknic University, yang akan dilaksanakan pada 25 Mei 2016 pukul 14.50 – 15.40 setempat bertempat di Jeju International Convention Center (JICC).

Dalam press release itu juga dijelaskan bahwa Kerjasama antara pemerintah Propinsi Jeju dan Pemda Wakatobi pada tiga bidang utama melipiuti pengembangan pariwisata, pembangunan kotalow carbon dan pengelolaan sampah secara terpadu. Dan pemerintah Jeju menyambut baik kerjasama teknis ini untuk segera ditindak lanjuti, yang mana tahun ini akan ada kunjungan ke Indonesia dalam membicarakan secara teknis kerjasama dimaksud. Hal lain yang juga terkait adalah pertukaran kebudayaan dan pelajar antara kedua daerah.

Kunjungan hari pertama 23 Mei 2016, delegasi melaksanakan pembicaraan mendalam dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Energi Terbarukan propinsi Jeju. Kemudian hari kedua yakni 24 Mei, delegasi bersama pemerintah Jeju akan menyempurnahkan rumusan kerja sama teknik serta mengadakan kunjungan lapangan ke pusat pengolahan sampah, energi terbarukan dari Angin, Jeju Teknopark, dan ke pusat-pusat Industri Pariwisata di Jeju, dimana masyarakat lokal menjadi pelaku utama pariwisata.

Provinsi Jeju, memang leading dalam pengembangan pariwisata. Provinsi Luas Jeju dengan luas wilayah 1.825 Km2 atau seluas pulau Kabaena di Sultra. Hal ini terbukti bahwa jumlah kunjunghan ke Jeju setiap tahun sebanyak 13 Juta orang. Suatu angka yang sangat spektakuler dengan kontribusi pendapatan daerah sebesar 75 persen dari sektor industri tourism.

Pembangunan sektor infrastruktur yang menunjang industri pariwista di Jeju, sungguh sangat maju khususnya pembangunan Bandara Jeju. Sehingga ada 36 Penerbangan internasional dan sebelas penerbangan domestik setiap jam . Kedepan, Bupati Wakatobi menyatakan akan membuat penerbangan langsung dari Jeju ke Wakatobi tanpa harus singgah di Jakarta dan Bali. Karena minat wisatawan Korea terhadap wisata bahari Wakatobi sangat tinggi.

Kesepakatan dua daerah yakni Jeju dan Wakatobi, bulan November 2016 akan ada Festival kebudayaan akbar di Jeju dan Para seniman dan penari Wakatobi diundang secara resmi untuk menghibur dan mempertunjukan budaya Wakatobi di Festival Tersebut. Festival tersebut akan dihadiri oleh 10 Juta masyarakat internasional.

Museum dan taman serta ruang terbuka hijau mendominasi pembangunan kawasan Pariwisata Jeju dan itu menjadi daya tarik utama buat masayarakat lokal dan international. Itulah yang akan dicoba diterapkan di Wakatobi. Kemudian,desa-desa adat, desa wisata dipelihara dan menjadi objek turis tersendiri sehingga desa tradisional menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tingkat kesejahteraan masyarakat Jeju Korea, sangat tinggi karena majunya ekonomi khusunya dari sektor Industri Pariwisata. Akibatnya tingkat harapan hidup meningkat, angka kriminal 0 persen dan kasus kasus pidana dan perdata relatif tidak ada.

Begitu pula pesan dari pemerintah provinsi Jeju untuk Bupati Wakatobi, agar memajukan pariwisata yakni terlebih dahulu membuat dulu hal yang disukai oleh masyrakat lokal, kemudian pasti orang luar akan pasti datang.
Kontributor : Surfianto Nehru

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY