Laworo, Koran Sultra – Cuaca ekstrim (musim hujan) akhir- akhir ini melanda khususnya daerah wilayah Kabupaten Muna Barat (Mubar), telah menimbulkan kerugian materil sejumlah warga. Pasalnya, sejumlah kediaman atau tempat tinggal warga digenangi air (banjir). Yang lebih parah lagi, akibat diguyur hujan (digenangi air), sejumlah ruas jalan poros di wilayah Mubar mengalami rusak parah, diantaranya ruas jalan poros Guali, Kecamatan Kusambi, yang diaspal pada sekitar tahun 2015 lalu. “Ya, ini jalan (ruas jalan poros Guali, red) sudah bercampur lumpur atau tanah (rusak parah) akibat diguyur hujan (digenangi air) dalam beberapa hari terakhir ini,” Ujar salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya kepada Koran Sultra, Sabtu (3/6).

Lanjut Ia mengatakan, akibat kondisi ruas jalan yang digenangi air, bercampur lumpur tersebut, berdampak atau berpengaruh pada aktifitas warga yang melintas di ruas jalan poros tersebut. “Agar di ruas jalan ini (jalan poros Guali, red) tidak digenangi air, harus ada drainase sebagai tempat aliran air. Agar tidak mengganggu aktifitas Masyarakat,” Ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kabupaten Muna Barat, Haerun, dikonfirmasi Koran Sultra mengemukakan bahwa Bupati Mubar LM Rajiun Tumada, telah melakukan tinjauan langsung lapangan terkait kondisi ruas jalan poros Guali yang digenangi air tersebut. “Jadi memang itu sekarang, sehari setelah pelantikan Pak Bupati, LM Rajiun. Setelah pertemuan di DPRD, Beliau langsung melakukan tinjauan lapangan di sekitar ring road Kota Laworo (jalur lingkar).

Hasilnya, diperintahkan kepada Dinas PU, Perumahan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dilakukan pembuatan drainase. Sekalipun anggaran belum ada, tapi ada Kebijakan Pemerintah untuk dilakukan penanganan di tahun 2017 ini. Insya Allah di tahun 2018, untuk pembuatan drainase sudah dialokasikan (dianggarkan) melalui APBD,” Pungkasnya.

Kontributor : Ronas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY