Kolaka, Koran sultra – Kondisi jalan poros di desa tambea, Kecamatan Pomala, Kabupaten kolaka sangat memperihatinkan, Pasalnya jalan poros tersebut berlumpur jika hujan turun dan berdebu jika kemarau hal tersebut di sebabkan adanya aktivitas salah satu perusahaan tambang yang menggunakan jalan protokol yang menhubungkan Kolaka – bombana.

Kondisi jalan tersebut menjadi viral di media sosial yang di unggah oleh salah seorang netizen, pada sabtu ( 8/7) lalu hingga saat ini sudah sekitar 350 komentar dengan berbagai tanggapan.

Akibat dengan kondisi jalan yang semulanya mulus dengan aspal yang kemudian berubah menjadi warna merah hingga berlumbur menyebabkan beberapa pengendara sudah terjatuh akibat jalan yang sangat licing,

” Maaf kemarin saya di Sana di TKP pemuatan ORE yang dari Tempat penyimpanannya ke Jeti SSB jadi bukan pengambilan ore dari gunung tapi dari ORE yang stoknya tersimpan tahun kemarin yg di beli dan di kapalkan melalui pelabuhan SSB dan INFO yg kami dapatkan di TKP yg membeli PT ANTAM dengan memakai truck kecil dan sempat kami dapatkan silahkan di CEK di TKP info ini kami dptkan pada hari jumat ” kata bustan

Tak lepas sebagian besar penguna sosial media melakukan keritikan kepada anggota DPRD kolaka, yang dianggap sebagai wakil rakyat di pemerintahan terkesan tidak tau apa yang dialami oleh masyarakat, dari dampatnya aktivitas tambang di pomala.

Melihat tidak ada pergerakan baik dari pemerintah, DPRD, maupun penegakkan hukum , masyarakat yang ada di tambea dan yang terkena dampak, rencananya akan melakukan aksi boikot kendaraan yang melakukan pemuatan ore untuk mempertanyakan legalitasnya serta meminta pihak perusahaan yang melakukan aktivitas untuk membenai jalan yang terkena dampak.

Kontributor : A.Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY