Lasusua, Koran Sultra – Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Djafar Harun, Dr. Syarif diduga tilep jasa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) selama 6 Bulan. dan Tidak hanya itu, masih ada tunggakan lainnya yang lebih lama yakni terkait jasa umum yang belum dibayarkan sama sekali sejak Desember 2016. Pembagian jasa BPJS yang diduga 60 persen untuk jasa Dokter dan 40 persen untuk jasa perawat yang tidak sesuai aturan.

Salah satu petugas kesehatan setempat yang enggan dikorankan identitasnya mewakili rekan seprofesinya mengutarakan kecewa atas pemberian upah tersebut yang dibayarkan setengah-setengah. “Semua enam bulan. Namun yang baru dibayar hanya yang tiga bulan saja. Terus yang jasa umum tidak jelas,” keluhnya, kemarin.

sampai saat ini kami belum pernah rapat, dan apabila ada rapat kami tidak pernah dilibatkan dan anehnya jasa pertiga bulan sebesar kurang lebihRp. 1 milyar dan baru saja yang terbagi Rp. 400 juta, ini juga tidak jelas bulan berapa yang dibayarkan, ujarnya

“ini sudah lama berlangsung dan kalau dana sebesar itu di kalikan empat jumlahnya milyarlah, atau ada kemungkinan dana tersebut di deposito,” jelasnya

Menanggapi hal tersebut, Dirut Djafar Harun, dr. Syarif Nur membenarkan pembayaran tiga bulan tersebut yang baru saja diselesaikan. Akan tetapi ia tidak membahas lebih lanjut tiga bulan sebelumnya terkecuali pembayaran yang akan ditunaikan tiga bilan mendatang. “Awalnya kan maunya dibayar per bulan. Namun kita sudah sepakat untuk diserahkan setiap tiga bulan. Kami memang kekurangan anggaran yang juga imbas dari pemotongan dari pemerintah pusat jadi harus bersabar,” terangnya.

Imbas dari minimnya anggaran pihak RS juga berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan medis dan lainnya yang harus selektif mendahulukan yang lebih prioritas. Misalkan saja kata dia menyangkut kebutuhan tabung oksigen, akan disayangkan jika RS harus keteteran aapabila kehabisan persediaan urgen untuk pelayanan pasien. “Saya harap rekan-rekan bisa sedikit bersabar karena gaji kan lancar kita bayar setiap bulan. Kita juga harus bersama memahami kondisi keuangan kita,” ucapnya.

Sayangnya, dr. Syarif tidak mengetahui secara pasti jumlah bawahannya yang berhak menerima uang jasa tersebut. Namun, para petugas RS tetap bersikukuh untuk menagih atas janji-janji jasa kinerjanya karena hal itu dianggap hak mereka yang juga harus difahami akan jerih payahnya bekerja setiap hari.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY