Ilustrasi Pengamanan Aparat Kepolisian
Ilustrasi Pengamanan Aparat Kepolisian

Lasusua, Koran Sultra – Pilkada Serentak Kabupaten Kolaka Utara tinggal menghitung hari, masyarakat mulai khawatir dan ketakutan dengan pilihannya, sementara teror dan intimidasi dari paslon Bupati Lain diKecamatan-Kecamatan sering terjadi. Banyaknya penduduk yang bukan penduduk Kolaka Utara yang sering membuat onar penyataan ini disampaikan Tim ANNUR Awal saat dialog diKantor Polres Lasusua Kolaka Utara Sulawesi Tenggara Rabu (18/01/2017).

Menurut awal, Kabupaten Kolaka Utara sudah masuk daerah pilkada serentak yang mencekam. Dengan pembuktian pencoblosan tinggal 27 hari sementara ditiga Kecamatan antaranya, Kecamatan Ngapa Watunohu dan Kecamatan Pakue sering terjadi intimidasi, teror dan pengancaman dengan senpi orang tidak dikenal.

“Polres Kolut harus menyikapi hal ini karena jangan sampai nanti ada korban baru dilakukan pengamanan prefentif,” ujarnya

Polisi harus bergerak cepat karena diKabupaten Kolaka Utara sudah banyak penduduk yang bukan penduduk Kolaka Utara. Seharusnya mereka yang disinyalir penduduk illegal yang sering membuat onar dideportasi kekampung halamannya. Ujar Awal

Kapolres Kolut AKBP Juli Eko Prihartono menjelaskan, sampai saat ini situasi Politik diKolut masih aman dan terkendali dengan dilakukannya Patroli bersama Anggota Brimob Kolut diwilayah-wilayah yang rawan.

“kami masih menunggu anggota BKO dari Polres Kolaka dan dari Polda Sultra,” katanya

Dengan adanya personil ini, sudah bisa mem backup dan ditempatkan diwilayah-wilayah yang rawan dan perbatasan. Yang jelas polisi Kolut sudah bekerja maksimal dengan mengoptimalkan Babinkamtibmas yang berada di Desa-desa. Ujarnya

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY