Kepala Kejaksaan Kolaka, Jefferdian, SH bersama Isteri saat memberikan bantuan Kepada Nenek Hartati, foto : Andi Hendra
Kepala Kejaksaan Kolaka, Jefferdian, SH bersama Isteri saat memberikan bantuan Kepada Nenek Hartati, foto : Andi Hendra

Kolaka, Koran sultra – Setelah Kisahnya sempat viral dimedia social, Kisah Hidup Nenek Hartati (71) yang hidup sebatang kara dan tinggal digubuk berukuran 3 x 4 Meter persegi ini menarik perhatian Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian, SH.
Kejaksaan Kolaka Bantu3

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di koransultra.com Puluhan tahun Hartati ( 71) warga desa Langori Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka, Sulawesi tenggara Hidup sebatang Kara, Janda tua yang tidak memiliki satupun keluarga hanya tinggal di sebuah gubuk berukuran 3 x 4, meter, dan beralaskan tanah, dan menggantungkan hidupnya sebagai tukang pijat tradisional.

Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian, SH bersama awak media digubuk nenek hartati, foto : Andi Hendra
Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian, SH bersama awak media digubuk nenek hartati, foto : Andi Hendra

Melalui kegiatan kemanusiaan, Kajari Kolaka, Jefferdian bersama Ibu Kajari Melakukan kunjungan pada Jum,at (5/5) , serta Memberikan Bantuan Kepada Hartati berupa Bedah Rumah, serta di buatkan Kios Jualan sembako lengkap dengan Isinya, berupa mi Instan, Makanan Ringan, kopi, gula, susu, roti, minyak kelapa dan masih banyak lagi.

Proses Bedah rumah dan pembuatan Kios di kerjakan secara swadayah dan di bantu oleh awak media, diantaranya, dari Kolaka Pos, Koran Sultra, Sultra watc, Kompas Tv, Dan MNC Grup serta kepala dusun dua dan warga sekitar.

Ditengah kegiatan Bakti Sosial ini, saat para awak media tengah sibuk melakukan perbaikan Rumah Nenek Hartati, tiba – tiba Kades Langori Muncul dengan raut wajah tak bersahabat bahkan sempat meluapkan kekesalannya.

Menurut sang Kades, semestinya kegiatan ini dilaporkan dulu kepada dirinya selaku Kades setempat.

Menaggapi hal tersebut, Kajari kolaka Jefferdian mengatakan Bantuan tersebut, merupakan kegiatan sosial kemanusiaan untuk memberi antara sesama yang membutuhkan, untuk itu dirinya berpesan kepada Hartati agar dapat mengembangkan bantuan usaha yang ada, serta meminta kepada warga sekitar untuk dapat, sekiranya dapat berbelanja di kantin milik Hartati, tutupnya.

Hartati (71) asal Sumatera Utara, pertama kali menginjakkan kaki di Kabupaten Kolaka bersama suami keduanya yang merupakan warga kota Tasikmalaya itu, pada tahun 1982 lalu.

Bersama suaminya, Hartati yang merupakan imigrasi itu, dipercayakan oleh salah seorang warga di Desa Langori, sebagai penjaga kebun.

Belum cukup 10 tahun menetap di Kolaka. Tepatnya tahun 1989 silam. Suami kedua Hartati meninggal dunia. Dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Desa Langori.

Meski hanya hidup seorang diri, karena tidak memiliki anak dari pernikahan sepasang itu, Hartati tidak pernah patah semangat untuk menjalani hidup selama puluhan tahun,Ia beberapa kali numpang di rumah warga di Desa Langori, hingga akhirnya pemerintah desa bersama masyarakat setempat membangunkan sebuah gubuk berukuran 3 x 4 meter, diatas lahan milik warga.

Hartati yang sebelumnya pernah mendapat pembagian tanah kapling, di tempat dia bekerja sebagai penjaga kebun, terpaksa dijualnya untuk menutupi biaya hidup.

Untuk itu, demi mempertahankan hidup sehari – hari Hartati bekerja sebagai tukang pijak dan memilihara Ayam, untuk dapat di jual dan bahkan dirinya satu rumah dengan puluhan ayam peliharaannya.

Kontributor : A.Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY