Sosialisasi kesetaraan gender di Koltim Foto: Dekri

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Kasus Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang belakangan ini marak terjadi. Nampaknya, juga di temukan beberapa kasus yang terjadi di Kolaka Timur (Koltim). Hal tersebut di ungkapkan Asisten I Setda Koltim Eko Santoso, saat membuka acara sosialisasi kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di Aula rapat Eks DPRD Koltim, Rabu (10/5/17).

Menurut Eko Santoso, berdasarkan data yang dirilis oleh kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada 2 tahun terakhir terus meningkat, Pada tahun 2014 tercatat 293,220 kasus, dan pada Tahun 2015 tercatat 321,752 kasus.

“Secara Khusus Untuk Koltim, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dari Tahun 2014 hingga 2017, berdasarkan laporan dari Polsek Rate-Rate dan Ladongi, hanya ditemukan 4 kasus,” ungkapnya.

Dikatakanya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Artinya, diantara sekian banyak kasus yang terjadi didalan masyarakat mungkin hanya 2 atau 2 kasus saja yang di laporkan kepada pihak yang berwajib, selebihnya di diamkan saja.

”Tentunya kami berharap partisipasi dan peran aktif kepada masyarakat, untuk selalu aktif mengampanyekan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan . Sesuatu yang patut menjadi perhatian terkait kekerasan terhadapa anak dan perempuan. Biasanya, justru orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Mereka yang seharusnya menjadi pelindung malah justru menjadi ancaman,” jelasnya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY