La Ode Sihu (43) warga Kelurahan tampo kecamatan Napabalano yang tewas usai tertembak di Tempat kejadian Perkara (TKP) jumat (15/6) didermaga Tampo Pada pukul 03. 00 wita

Raha, Koran Sultra – Perwakilan Ombudsmen Republik Indonesia (ORI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra),meminta agar Polisi bertindak profesional dalam menangani perkara Oknum polisi yang menembak warga hingga tewas.

Pelaku oknum yang bernisial bripka Aw ini diketahui bertugas di Polsek Tampo, sementara korban La Ode Sihu (43) warga Kelurahan tampo kecamatan Napabalano yang tewas usai tertembak di Tempat kejadian Perkara (TKP) jumat (15/6) didermaga Tampo Pada pukul 03. 00 wita.

Untuk sementara Motif yang masi diduga ada transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan pihak feri KM Rumbiah sementara keterangan lainya korban dalam kesehariannya beraktifitas memancing di areal pelabuhan Tampo samping kapal Fery.

Menangapi hal ini, Aksah sebagai Ketua ORI Sultra, meminta Polisi harus profesional dalam penanganan perkara tewasnya masyarakat. Apa lagi kepolisian belum memberikan keterangan resmi motif penembakan.
“harus Kepolisian serius menangani perkara, yang pertama publik menunggu, yang kemudian keluarga korban pastinya menunggu. Bagaimana proses penyelidkan dan penyidikan terkait tertembaknya keluarga mereka,”ujarnya kemarin yang dihubungi lewat via Selulernya.

Kata Aksah, kalau tahapan Kepolisian masih proses lidik memang biasanya mereka tidak memberikan keterangan masih sifatnya rahasia,.

“kebetulan Kepolisian yang saat ini masih dalam rangka Ulang tahun Polri, ia harus menunjukan, polisi itu sudah mulai berubah dan dipercaya oleh masyarakat, karena harapan public harus polisi kerja transparan, obyektif dan provesional, ” ujarnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY